Yuni

Judul Film       : Yuni

Tahun Rilis      : 2021

Sutradara         : Kamila Andini

Produser          : Ifa Isfansyah dan Chand Parwez Servia

Pemeran          : Arawinda Kirana (Yuni), Kevin Ardilova (Yoga), Asmara Abigail (Suci), Marissa Anita (Bu Lies), Dimas Aditya (Pak Damar), Nova Eliza (Ibu), Neneg Risma (teman Yuni), Muhammad Khan (Pelamar Yuni).

Penulis Naskah: Kamila Andini dan Prima Rusdi

Genre              : Drama

Durasi              : 2 jam 2 menit

Berlatar di salah satu daerah di Kabupaten Serang, Film Yuni menceritakan tentang seorang gadis remaja fanatik warna ungu yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) bernama Yuni.

Selama masa sekolahnya Yuni sangat mengagumi guru Bahasa Indonesia yang bernama Pak Damar. Tetapi karena nilainya kurang di mata pelajaran Pak Damar, Yuni selalu dibantu oleh adik kelasnya yang bernama Yoga untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Damar.

Tinggal di lingkungan yang kental akan budaya ketimuran membuat Yuni diminta segera menikah usai lulus dari SMA. Yuni sendiri adalah gadis berprestasi yang memiliki impian untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Namun impian ini terhalang oleh kebiasaan patriarki yang ada di sekitarnya, yang mana kebanyakan anak gadis di kampungnya menikah pada usia muda.

Yuni sempat dilamar oleh dua orang pria, namun ia menolak lamaran keduanya karena ingin menggapai impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Tindakan tersebut membuat orang disekitarnya mengingatkan kembali mengenai mitos yang mengatakan apabila seorang gadis menolak lamaran hingga lebih dari dua kali, maka akan sulit mendapatkan jodoh.

Hal tersebut membuat Yuni dilema apakah ia harus menikah di usia dini seperti kebanyakan orang disekitarnya atau melanjutkan pendidikan seperti impiannya.

Yuni tak tahu harus berbuat apa, bertanya kepada orang tuanya pun ia tidak mendapatkan jawaban pasti ataupun solusi. Orangtuanya berucap bahwa ia harus bisa memilih jalannya sendiri.

Berkaca dari sahabatnya Suci yang kini bernasib menjadi janda karena mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) saat menikah di usia dini hingga memiliki trauma atas pernikahan, membuat Yuni kembali berpikir mengenai pernikahan dan lamaran yang menghampirinya.

Untuk ketiga kalinya, Yuni kembali dilamar oleh seorang pria. Kali ini yang melamarnya adalah guru idamannya sendiri yaitu Pak Damar.

Saat menyaksikan film ini, penonton akan dibuat terpukau melihat bagaimana penyajian isu mengenai pernikahan dini dan budaya patriarki diangkat dengan begitu bagusnya tanpa dilebih-lebihkan.

Dengan menontonnya saja kita akan merasakan bagaimana pergolakan yang dirasakan oleh Yuni dalam menentukan masa depan yang akan dipilihnya. Apalagi bagian akhir dari film ini yang rasanya cukup mengejutkan, membuat saya merasa film ini sangat recommended untuk ditonton.

Film ini bisa ditonton oleh kalangan remaja hingga orang tua karena dalam film ini diajarkana betapa pentingnya pendidikan bagi anak, kesetaraan gender, sex education, hingga resiko pernikahan dini.

Kehadiran film ini dapat membuka mata masyarakat akan isu pernikahan dini dan patriarki yang nyatanya hingga kini masih ada di sekitar kita. Tanpa menggunakan konflik yang berlebihan, Film Yuni berhasil menceritakan kepada penonton bagaimana pergolakan yang dialami oleh tokoh Yuni dalam film. 

Namun karena penggunaan bahasa daerah hampir di sepanjang film, mungkin akan sedikit sulit bagi penonton untuk memahami apa yang diucapkan oleh para tokoh di dalamnya. Oleh karena itu dibutuhkan tambahan subtitle berbahasa Indonesia agar penonton dapat memahami isi film dengan mudah.

Irna_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.