Semester Pendek Menunggu Pembuatan Mekanisme

 lpmmotivasi.com- Peraturan Rektor UNS NO. 582/UN27/HK/2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan memuat pengadaan semester antara (Semester Pendek). Akan tetapi, Mekanisme penyelengaraannya tidak dicantumkan. Instruksi pengadaan semester antara tercantum pada Bab VIII tentang Beban Belajar dan Masa Belajar.

Menurut wakil rektor bidang akademik, Prof. Dr. Sutarno, P.hD, UNS telah memberi kesempatan kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dengan dicantumkannya kata-kata dapat diselenggarakannya semester antara. “Ada kata-kata semester antara meskipun belum bisa dilakukan. Jadi, kalau terpaksa itu bisa dilakukan. Sebenarnya prodi boleh mengadakan. Hanya belum ada aturannya, yang penting ketika prodi mau menjalankan di situ sudah ada cantelannya. Hanya aturannya memang belum ada,” terangnya  saat ditemui di ruangan wakil rektor pada Jumat (23/9). Pada hari yang sama Sutarno mengemukakan bahwa pelaksanaan Semester antara disamakan dengan semester pendek seperti di Universitas pada umumnya. Pelaksanaan tersebut dicantumkan dalam Permenristekdikti No.44 tahun 2015 dengan pelaksanaan diselengarakan sedikitnya 8 (delapan) minggu dan beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (sembilan) SKS.

Sedangkan di tingkat Fakultas, pengadaan semester pendek ini belum dibahas . Wakil Dekan bidang FMIPA, Dr. Desi Suci Handayani, S.Si., M.Si. mengatakan, “Kita belum bahas, di tingkat pimpinan (Dekanat_red) ini kita belum bahas,” tuturnya (1/11). Desi menuturkan ada tim resmi yang dibentuk oleh rektorat untuk mengurus wacana pengadaan semester antara yang  diketuai oleh Munawir dari Wakil Dekan bidang akademik FKIP. Desi belum membahas pengadaan semester antara ini dengan pertimbangan mekanisme yang belum ada.

Sementara itu Sutarno menjelaskan bahwa pelaksanaan semester antara ini masih dalam tahap diskusi. Oleh sebab itu, belum dibuat SK-nya. Adapun hal-hal yang menjadi pertimbangan di antaranya adalah kesediaan dosen serta sistem pembayaran yang ditanggungkan. “Siapa yang mau menjalankan tanpa dibayar? Karena itu ruwet ya sudah, simpan kata saja. Kalau mau menjalankan silahkan diurus sendiri sama mahasiswa,” ujarnya. Sutarno mengatakan bahwa semester antara ini di luar reguler, sehingga pembayarannya akan di luar uang kuliah tunggal (UKT).

Sylva_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *