Semarak Grand Closing Kampung Binaan Kovalen (KBK)

Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Kimia Kovalen FKIP UNS mengadakan kegiatan Kampung Binaan Kovalen (KBK). Kampung Binaan Kovalen merupakan program kerja bidang pengabdian mahasiswa HMP Kimia Kovalen yang bertujuan untuk menyediakan tempat bagi mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP UNS yang aktif guna berkontribusi di kampung binaan yang terdiri dari berbagai kegiatan yaitu kelas kreatif, TPA bagi anak-anak sekitar, hingga ada workshop kewirausahaan. Adapun Grand Closing Kampung Binaan Kovalen (GC KBK) yang merupakan kegiatan penutup dari serangkaian kegiatan KBK yang sudah diadakan sejak bulan April 2021. Grand Closing ini diadakan pada Minggu, 21 November 2021 di Masjid Nur Huda yang terletak di Jalan Sumpah Pemuda No.161, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Syerli selaku Penanggung Jawab KBK menjelaskan bahwa Grand Closing Kampung Binaan Kovalen  adalah kegiatan penutupan KBK diadakan dengan serangkaian acaranya yaitu penulisan kesan pesan dari adik-adik TPA untuk kakak-kakak kovalen. Kemudian, ada game estafet karet gelang dan bola pingpong hingga acara terakhir menonton video perpisahan dari kakak-kakak kovalen.

Syerli juga menjelaskan bahwa tahun ini kegiatan KBK sangat menarik karena diadakan kegiatan workshop kewirausahaan KBK  dengan tema “Peluang Berwirausaha di Masa Pandemi”. Workshop kewirausahaan mengangkat judul “Produksi dan Pemasaran Jahe Instan sebagai Alternatif Wirausaha di Masa Pandemi”. Pembicara pada workshop tersebut yaitu Dr.Sri Retno Dwi Ariani, S.Si., M.Si pada minggu 15 Agustus 2021 melalui WhatsApp group dan YouTube.

Pelaksanaan KBK sangat didukung oleh pihak desa yang sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Kovalen. Adapun kendala yang dihadapi saat KBK berlangsung terutama saat kegiatan TPA. Saudara Syerli menjelaskan kendala yang dialami.

“Kendala yang dihadapi selama keberlangsungan KBK antara lain adanya perubahan jadwal TPA yang awalnya 2 pekan sekali menjadi 1 pekan sekali karena adanya PPKM pada bulan Agustus lalu, ada beberapa pertemuan yang pengajarnya itu hanya sedikit sehingga kewalahan saat mengajar adik-adik yang sangat aktif.” ucapnya saat diwawancarai pada hari Senin (22/11/21)

Syerli juga mengatakan harapan pelaksanaan GC KBK kali ini yaitu setelah diadakan KBK semoga ilmu yang didapat dapat diamalkan dalam kehidupan serta menjadi pengalaman baru dan semoga adik-adiknya lebih semangat dalam menuntut ilmu. Menjadi amal jariyah bagi teman-teman semua yang sudah banyak membantu keberjalanan KBK ini dan semoga memberikan manfaat bagi warga desa maupun adik-adik TPA. 

Adapun harapan dari Syerli bahwa untuk pelaksanaan kegiatan  KBK kedepannya semoga lebih baik lagi pengajarnya lebih semangat dan dapat berguna bagi adik-adik serta warga desanya melalui serangkaian kegiatan KBK ini.

Redaksi_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.