Salahkah Circle Pertemanan Di Dalam Kehidupan Sosial Mahasiswa Di Kampus

Circle Pertemanan dalam arti sempit dapat diartikan sebagai lingkaran pertemanan, namun secara luas lingkaran Pertemanan ini diartikan sebagai dua orang atau lebih yang berkumpul membentuk kelompok karena memiliki tujuan yang sama. Istilah circle Pertemanan ini memang tengah populer saat ini menggantikan istilah “Genk” circle Pertemanan ini biasanya ada dalam lingkup ruang yang kecil sekitar 3-8 orang karena merasa satu aliran dalam segala hal dengan pedoman “Circle sedikit asal produktif”

Ciri-ciri Circle Pertemanan yang baik

1. Adanya Penerimaan satu sama lain

Circle Pertemanan yang baik tidak akan menuntut temannya untuk sama dengan apa yang ia miliki, mereka akan menerima dengan apa adanya tanpa pamrih menghargai apapun keputusan yang kita ambil, Pertemanan yang baik tidak akan merubah diri untuk menjadi disukai dan diterima.

2. Menghargai Privasi satu circle

Setiap orang pasti memiliki ruang pribadinya masing-masing yang tidak bisa diceritakan dihadapaan orang lain, adanya circle gunanya ketika kita membuka privasi itu kepada circle Pertemanan yang baik, tidak akan dibuka kepada khalayak ramai

3. Saling dengar dan saling mengerti

Dalam pertemanan kita buruh teman untuk berkeluh kesah saat masalah tengah datang, hadirnya circle bisa memberikan kesempatan pada kita untuk mencurahkan segala problem dan masalah, teman yang baik tidak akan bersikap dominan justru memberikan kesempatan.

4. Pendukung dalam keadaan apapun

Kehidupan manusia tidak sepenuhnya akan terus bersifat baik-baik saja kadang ada masalah yang dihadapi hingga tak mampu untuk dijalani sendiri, Lingkaran pertemanan yang baik akan selalu siap sedia membantu anggotanya yang butuh pertolongan.

Relevansi circle pertemanan dengan kehidupan sosial mahasiswa

Setiap orang pasti memiliki hubungan circle pertemanan meskipun dalam lingkup yang kecil. Lalu apa itu circle pertemanan dan apa kaitannya dengan lingkungan sosial?

Secara singkat, circle pertemanan bisa diartikan dengan lingkaran atau kelompok pertemanan. Namun secara mendalam, arti dari circle pertemanan ini merujuk pada kelompok atau lingkaran pertemanan yang umumnya terbatas, yang berisikan orang-orang terdekat pilihan dari mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut.

Hubungan circle pertemanan ini dapat memberikan dampak atau pengaruh yang kuat terhadap pola pikiran, sikap, perasaan, tingkah laku, dan bagaimana cara mahasiswa ini menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Keberadaan sebuah circle atau kelompok kecil yang ada didalam sosial mahasiswa tidak bisa dihindari karena pada umumnya manusia akan merasa memiliki kelompok yang dianggap memiliki kedekatan emosional apabila kehadiran dirinya dalam suatu kelompok tersebut dihargai, dianggap ada,  merasa nyaman, dan merasa memiliki satu frekuensi obrolan topik yang sama. Biasanya kelompok-kelompok sosial ini terbentuk karena memiliki suatu persamaan seperti umur yang sebaya, satu jurusan, berasal dari daerah yang sama, dan memiliki pemikiran yang sama.

Pertemanan ini memiliki kaitan yang kuat dengan bagaimana seseorang beraktivitas. Jika seseorang berada di circle pertemanan yang positif, maka ia akan memiliki pikiran positif, dan hal tersebut juga akan berdampak sebaliknya. Pertemanan yang baik akan memberikan hasil aktivitas positif yang lebih tinggi, perasaan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih tinggi dengan tingkat stres lebih rendah. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang merasa tertekan atau tidak menjadi dirinya sendiri ketika menjalani pertemanan, maka tingkat stresnya tinggi sedangkan tingkat kepuasan dan kebahagiaannya rendah (Mariati Alvia Ningsih, 2020).

Ini berarti jika seseorang berada dalam circle pertemanan yang baik, maka aktivitas sosialnya akan baik juga. Seperti misalnya bagaimana individu bisa berinteraksi dengan orang lain, bersikap, berperilaku, ia akan menunjukkan sisi positif dari mereka. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika seseorang terjebak dalam pertemanan yang toxic, ini akan berpengaruh pada bagaimana ia berinteraksi maupun berperilaku di aktivitas sosialnya.

MANFAAT CIRCLE PERTEMANAN

Circle atau lingkaran pertemanan mempunyai dampak yang besar terhadap kepribadian seseorang baik berupa dampak positif atau negatif. Lingkaran pertemanan ini memiliki dampak yang besar terhadap pribadi individu yang sangat besar, seseorang dengan lingkaran pertemanan yang baik akan cenderung memiliki kepribadian yang baik pula begitupun sebaliknya. Selektif dalam memilih lingkaran pertemanan benar-benar penting, dalam konteks selektif bukan bermaksud untuk membeda-bedakan teman dalam suatu lingkungan pergaulan namun selektif disini memiliki arti sebagai sikap untuk memilih terhadap suatu hal tertentu ( circle) dengan pertimbangan dan alasan untuk meminimalisir efek yang dihasilkan. Dengan demikian pentingnya menempatkan diri didalam lingkungan sosial atau dalam mencari circle pertemanan perlu diperhatikan, apakah nantinya akan mendatangkan dampak positif atau negatif. Berikut beberapa manfaat yang akan diterima apabila kita memiliki Circle pertemanan yang positif  :

1.         Memudahkan kita menuju kesuksesan

memiliki lingkaran pertemanan yang baik akan mendorong kita melakukan tindakan-tindakan positif bahkan mampu mengarahkan diri kita kepada kegiatan yang lebih produktif. Selain itu jaringan pertemanan yang positif juga dapat mendukung kita dalam berproses dan banyak memberikan akses menuju jalan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

2.         Termotivasi

Lingkungan pertemanan positif selain akan lebih memacu diri kita untuk produktif  akan mendorong kita untuk melakukan suatu hal yang lebih baik. melihat perkembangan teman menuju arah yang lebih baik atau telah mencapai kesuksesan akan membuat diri kita terpicu untuk melakukan suatu hal yang lebih baik sehingga nantinya akan terciptalah suatu persaingan yang sehat.

3.         Mempunyai tempat untuk bercerita

Dewasa ini permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks, keberadaan “Circle” atau lingkaran pertemanan akan benar-benar dibutuhkan sebagai support system dan tempat berkeluh kesah.

Hambatan Circle Pertemanan

Adanya circle pertemanan tidak selalu membawa manfaat khususnya untuk mahasiswa. Beberapa tipe circle pertemanan justru membawa dampak yang buruk bagi mahasiswa. Berikut adalah dampak buruk/hambatan dalam belajar akibat adanya circle pertemanan.

1.         Sulit beradaptasi dengan teman lain

Semakin erat suatu pertemanan maka akan semakin sulit pula untuk dilepaskan. Ini merupakan hal yang baik apabila circle pertemanan kita selalu membawa dampak yang positif. Namun terkadang karena pertemanan yang erat justru membuat seseorang sulit menerima atau beradaptasi dengan teman lain. Mereka akan terpaku dengan circle pertemanannya itu dan merasa takut dengan kemungkinan apabila dia tidak akan diterima di circle pertemanan yang lain.

2.         Menyempitkan wawasan

Saat seseorang telah nyaman dengan suatu circle pertemanan maka biasanya dia akan melakukan kegiatan sehari-harinya hanya dengan circle-nya tersebut. Sebagai contoh setelah kuliah mereka akan makan, nongkrong, ataupun main game hanya dengan circle-nya saja. Hal ini dapat menyempitkan wawasan karena kebiasaan yang dilakukan oleh circle tersebut hanya itu-itu saja. Sedangkan di sisi lain ada teman-teman yang memiliki kegiatan yang lebih bermanfaat untuk dilakukan. Oleh karena itu, kita harus bisa menjalin relasi yang luas, tidak hanya melulu dengan circle kita saja agar wawasan yang kita punya menjadi lebih luas.

3.         Teman males

Dalam suatu circle pertemanan mahasiswa, kebanyakan dari mereka akan belajar atau mengerjakan tugas bersama. Kegiatan ini sangat baik tetapi jika dalam suatu circle pertemanan hanya terdiri dari orang-orang yang malas maka mereka tidak akan berkembang. Sebagai contoh jika dalam circle tersebut terdapat beberapa orang yang belum mengerjakan tugas karena malas maka teman yang lainnya pun akan berpikir, “aku ngerjain tugasnya nanti aja lah, toh temen-temen yang lain juga pada belum ngerjain.” Circle pertemanan seperti ini yang dapat membuat seseorang sulit berkembang menjadi lebih baik.

4. Kesalahpahaman berujung pertengkaran

Dalam suatu kelompok tidak mungkin akan memiliki pendapat yang sama tentu saja perdebatan itu adalah hal yang biasa karena katanya “pertengkaran adalah bumbu persahabatan” namun siapa sangka bahwa hal itu bisa menjadi hal yang merugikan apabila terus dilanjutkan tanpa adanya penyelesaian dari kedua belah pihak, belum lagi apabila keduanya satu kelas dalam pembelajaran itu akan menghambat proses belajar karena merasa tidak nyaman ketika duduk berdekatan dengan orang yang tengah membuat kita sedikit emosi

5. Hidup konsumtif

Dalam pertemanan sangat memungkinkan kita untuk bergaya hidup konsumtif karena adanya circle Pertemanan yang biasanya memaksa untuk turut ikut dengan acara yang dibuat oleh mereka itu sendiri. Beberapa orang tidak menyadari bahwa perilaku yang dilakukan setiap hari dapat menimbulkan budaya konsumtif dan boros.

Muarmar As Sidqi, dkk

Sumer gambar: Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *