Rektorat Tetap Bungkam, Aksi Pencerdasan Diselenggarakan

Aksi pencerdasan yang dilakukan oleh Aliansi Justice for GE disuarakan pada hari Jumat (18/02). Aksi ini berbentuk pembagian brosur kepada mahasiswa yang ada di lingkungan kampus.

Aksi pencerdasan yang dilaksanakan oleh Aliansi Justice for GE dan seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS). Aksi yang dilakukan di Boulevard UNS pada hari Jumat (18/02) dilakukan dengan menyebarkan brosur berisi penegasan bahwa kasus GE perlu terus dikawal dan mendapatkan kejelasan dari pihak kampus. Aksi ini menjadi sebuah pengingat kepada kampus bahwa kasus GE belum selesai dan perlu diusut tuntas.

Yuda salah satu peserta aksi ini memaparkan bahwa aksi ini bertujuan sebagai aksi solidaritas. “Seperti yang kita ketahui, kasus meninggalnya GE juga belum selesai dan masih berjalan di pengadilan dan di sini pun kita ingin mengingatkan kepada kampus bahwasanya kasus ini belum selesai. Namun, kampus menganggap sudah selesai karena sudah masuk ke ranah pengadilan seperti itu,” ujar Yuda yang tergabung di sebuah Aliansi Justice for GE.

Mereka geram terhadap pihak kampus yang sampai sekarang belum mau memberikan jawaban atas kasus GE tersebut. Selain itu, pihak kampus juga hilang tanggung jawab atas kasus ini. “Di sini kita juga tetap menuntut poin tuntutan kita yang dari awal aksi sampai sekarang pun belum diaminkan oleh rektorat. Jadi disini kita berharap rektorat juga bisa terbuka terkait kasus ini belum selesai,” ujar Yuda.

Sementara itu, Adestra yang juga merupakan salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Justice for GE juga mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan dari pihak kampus sangat buruk.

“Karena saya pribadi mengikuti beberapa kali persidangan dan mengobrol dengan pihak keluarga. Dari pihak keluarga pun merasa bahwasanya pihak kampus belum memberikan pendampingan secara baik,” ucap Adestra.

Perkembangan kasus GE sendiri telah dibawa ke ranah pengadilan dan telah melakukan beberapa kali sidang dan berada di tahap penyampaian keterangan saksi. Pihak rektorat pun masih bungkam dan kurang terbuka mengenai pengusutan kasus GE ini di ranah kampus.

“Harapannya untuk seluruh keluarga besar mahasiswa UNS sama-sama memberikan kepedulian, sama-sama mengawal adanya kasus ini. Biar tidak terulang kembali, biar kita sepakat bahwasanya keadilan ada pada pihak korban seperti itu,” ujar Adestra.

Sitha_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.