Program BIPA Menjadi Terobosan Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) telah mengirimkan beberapa mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah diseleksi dan dipersiapkan dengan matang demi mewujudkan internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui kerjasama dengan universitas top dunia.

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau yang biasa disebut dengan BIPA merupakan program unggulan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang memiliki tujuan untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, program BIPA bekerja sama dengan beberapa universitas ternama di dunia.

Khundaru Saddhono selaku Pembimbing dan Koordinator Program BIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS mengungkapkan bahwa program ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). “Dilaksanakan program BIPA pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini tentu untuk mendukung usaha pemerintah pada program MBKM. Kemudian, mendukung program Badan Bahasa sebagai wujud internasionalisasi Bahasa Indonesia,” jelas Kundharu.

Tak hanya itu, program BIPA ini juga sepagai pendukung proses akreditasi internasional yang saat ini sedang dilaksanakan di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. “BIPA juga mendukung Prodi kami yang sedang menunggu akreditasi internasional sehingga program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing ini menjadi program unggulan bagi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,” ungkap Khundaru.

Program BIPA bekerjasama dengan universitas ternama di dunia salah satunya adalah Yale University dengan mengirimkan sebanyak 10 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk mengajar Bahasa Indonesia selama 3 bulan terhitung sejak bulan Februari.

Selain Yale University, program BIPA juga bekerja sama dengan universitas di negara lainnya seperti di Thammasat University Thailand, Turki, Kamboja, dan berencana untuk bekerja sama dengan Maroko di Universitas Hassan I.

Mahasiswa yang ingin menjadi bagian dari program BIPA harus melewati beberapa seleksi seperti tes wawancara dengan prioritas memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, selanjutnya mahasiswa akan dipersiapkan sebaik mungkin sebelum dikirim ke negara yang menjadi mitra program BIPA.

Nuri Puji Hastuti, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai salah seorang mahasiswa yang ikut serta dalam program BIPA menyatakan bahwa ia mendukung program BIPA, ia menilai program ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kredibilitas dalam berbahasa.

Nuri juga menyatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti program BIPA ini perlu belajar Bahasa Inggris lagi agar bisa melaksanakan kegiatan pengajaran dengan baik. “Kita perlu belajar lagi tentang Bahasa Inggris. Setidaknya, jika mereka tidak paham tentang apa yang kita katakan, kita bisa menjelaskan dengan bahasa Inggris,” ungkap Nuri.

Kendala utama yang dialami mahasiswa yang mengikuti program ini adalah adanya perbedaan waktu, sehingga mereka harus menyesuaikan waktu pembelajaran hingga tak jarang terkadang harus begadang untuk melaksanakan pembelajaran.

Khundaru selaku Pembimbing dan Koordinator Program BIPA FKIP UNS berharap semoga Program BIPA bisa menjadi ikon dari UNS, dengan mendukung Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional untuk dikenal luas di berbagai penjuru dunia. Ia juga berharap bahwa mahasiswa yang menjadi lulusan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia untuk mengenalkan dan memberikan pengajaran bahasa dan budaya Indonesia.

Widi_

Nathan_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.