Pojok Baca Desa Selur: Upaya Mahasiswa KKN UNS dalam Meningkatkan Literasi Masyakat

LPMMOTIVASI.COM- Pada tahun 2021 ini Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) kembali menerjunkan sebanyak 3.575 mahasiwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema Membangun Desa yang terbagi dalam banyak kelompok yang tersebar di berbagai desa di Indonesia. Salah satunya adalah kelompok 74 yang menjalankan kegiatan KKN di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Desa Selur terletak di bagian selatan Kabupaten Ponorogo dengan kondisi geografis yang sebagian besar pegunungan di mana mengakibatkan terjadinya kendala dalam berbagai akses seperti akses internet, transportasi, dan lain-lain. Hal ini mengkibatkan masyarakat mengalami kesulitan dalam mencari informasi yang berdampak pada rendahnya minat literasi.


Melihat kondisi tersebut mahasiswa KKN dari kelompok 74 membuat salah satu program utama berupa perpustakaan desa dengan nama “Pojok Baca”. Dalam keberjalanan program ini, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Pemerintah Desa Selur dan Komunitas Fokus Literasi. Fokus literasi sendiri merupakan salah satu komunitas yang berfokus dalam kegiatan literasi dalam ranah membaca. Komunitas Fokus Literasi terdiri dari lima bidang yaitu, pendidikan, sosial, ekonomi, internal, informasi & komunikasi, dan inventaris. Fokus Literasi yang digerakan oleh pemuda Desa Selur ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan potensi minat dan bakat pemuda Desa Selur yang berwawasan luas dalam bidang literasi.


Pojok Baca menyediakan berbagai buku bacaan mulai dari yang berjenis fiksi seperti cerita pendek, dongeng, novel, dan lain-lain hingga non-fiksi seperti pengetahuan umum, agama, psikologi, dan biografi. Pembuatan Pojok Baca ini menyasar seluruh masyarakat Desa Selur secara umum dan generasi muda secara khususnya. Wahyu Zakari selaku koordinasi KKN kelompok 74 mengatakan “Tujuan dari Pojok Baca ini untuk menyediakan tempat dan bahan bacaan bagi masyarakat untuk menambah minat baca serta meningkatkan pengetahuan umum masyarakat”.


Pada tanggal 26 Agustus 2021 kemarin, dari tim KKN UNS menyerahkan keperluan Pojok Baca seperti buku bacaan, rak buku, meja, karpet, tempat sampah, dan lain sebagainya sebagai penunjang keberjalanan perpustakaan desa ini. Tidak hanya itu, tim KKN UNS terus berusaha untuk mencari buku bacaan dengan penyebaran pamflet donasi buku dan juga memasukkan proposal ke berbagai pihak yang menyediakan buku untuk keperluan perpustakaan. “Harapan ke depannya semoga lebih baik lagi, di mana ilmu itu sangatlah penting bagi keberlangsungan hidup, oleh karena itu dengan adanya Pojok Baca bisa membantu dan perlu untuk disosialisasikan agar masyarakat mengetahui bahwa adanya pojok baca untuk menambah ilmu, ” ujar Kukuh Pujianto selaku Ketua Komunitas Fokus Literasi.


Untuk saat ini penempatan Pojok Baca masih berada di Balai Kantor Desa Selur, karena tempat yang disediakan oleh pemerintah desa masih dalam tahap renovasi. Untuk ke depannya Pojok Baca akan ditempatkan pada ruangan khusus di balai desa. Sesuai dengan hasil musyawarah antara Komunitas Fokus Literasi dan pihak desa, untuk selanjutnya Pojok Baca akan dibuat menyebar di sebagian besar dukuh yang ada di Desa Selur. Dengan menggunakan konsep bangunan seperti warung kopi yang menyediakan rak-rak buku bacaan serta memberikan fasilitas Free Wi-Fi. Konsep ini bertujuan agar masyarakat berkenan untuk datang sekaligus membaca buku, mengerjakan tugas sekolah maupun kuliah, ataupun sebagai tempat berdiskusi.


Dalam keberjalanan Pojok Baca ke depannya akan dikelola dan diawasi oleh pihak desa melalui Komunitas Fokus Literasi dan tim KKN UNS akan selalu melakukan komunikasi lebih lanjut. Untuk kendalanya sendiri karena waktu yang hanya kurang dari satu bulan sehingga pembuatan Pojok Baca dilakukan secara sederhana, serta proses pengenalan adanya Pojok Baca kepada masyarakat Desa Selur belum maksimal. Sugeng Waluyo selaku sekretaris Desa Selur sekaligus pembina Komunitas Fokus Literasi berpesan untuk selalu memberikan ide-ide kreatif ke depannya. “Pesannya, memang untuk meningkatkan minat baca masyarakat sangat berat, harus kreatif menciptakan ide-ide ntuk menarik minat baca masyarakat.”


Fitroh_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *