Onde-Onde Basah, Peluang Usaha Jajanan Tradisional yang Menjanjikan

Annisa merupakan penjual onde-onde rumahan yang melanjutkan usaha orang tuanya di usia muda. Meskipun hanya usaha rumahan, penghasilan yang didapatkan tetap menjanjikan dan tekadnya dapat menjadi teladan banyak orang.

Onde-onde merupakan jajanan pasar berbentuk bulat dengan isian kacang hijau dan taburan biji wijen di kulitnya. Jajanan satu ini umumnya dapat ditemukan di pasar tradisional atau pedagang sayur keliling.

Rasa kacang hijau yang manis dan kulit onde-onde yang kenyal membuat jajanan ini masih tetap eksis meskipun banyak makanan kekinian yang lebih menarik.

Karena masih banyak peminat onde-onde hingga saat ini, banyak yang menjadikan jajanan ini sebagai ide jualan dan salah satunya adalah Annisa. Usaha yang dijalankan Annisa merupakan usaha yang telah dirintis sejak tahun 1990 oleh orang tuanya. 

Tak mudah bagi Annisa untuk melanjutkan usaha ini, setiap hari ia harus berjualan dari dini hari.

Saat ini Annisa berusia 19 tahun, di usia yang bisa dibilang masih cukup muda ini ia memilih untuk mengembangkan usaha onde-onde rumahan milik orang tuanya. Ia tak pantang menyerah meskipun terkadang terdapat hambatan dan berbagai lika-liku saat berjualan yang harus dihadapinya.

Dalam pembuatan onde-onde Annisa dibantu oleh lima orang dirumahnya. Satu orang bertanggung jawab atas kebersihan alat dan bahan yang akan diproduksi dan empat orang lainnya memproses bahan hingga menjadi onde-onde.

Annisa mulai menjual dan mendistribusikan dagangannya kepada penjual di Pasar Purwantoro Wonogiri dengan target pelanggan pedagang sayur keliling pada pukul dua dini hari. Pedagang sayur keliling yang membeli onde-onde buatan Annisa nantinya akan menjual kembali jajanan tersebut kepada pengunjung pasar.

Annisa menuturkan bahwa saat ini ia dapat memproduksi onde-onde dari 25 kg ketan dalam satu hari. “Awalnya berjualan hanya membuat 5 kg ketan kepada orang satu demi satu sampai akhirnya bertambah hingga 25 kg ketan dalam sehari,” ujar Annisa.

Bahan utama untuk membuat onde-onde adalah tepung ketan, kacang hijau, gula merah, gula putih, garam, wijen, dan minyak goreng. Dalam proses pembuatan onde-onde, Annisa menggunakan alat dan bahan yang cukup mahal seperti dua wajan besar yang harga satuannya lima ratus ribu rupiah dan bahan wijen yang harganya bisa mencapai empat puluh ribu rupiah per satu kilogram.

Sedangkan pendapatan yang biasa didapatkan Annisa adalah sekitar dua ratus ribu rupiah setiap harinya.  

Menurut Annisa, semua orang dapat membuka usaha onde-onde sepertinya di rumah karena cara pembuatannya yang terbilang cukup mudah. Dalam mengelola usaha jajanan ini Annisa tetap mempertahankan isian onde-onde dengan kacang hijau.

Menurutnya cita rasa kacang hijau yang manis ditambah dengan wijen gurih yang melekat di kulit onde-onde banyak digemari oleh masyarakat.

Pendapatan harian dalam berjualan tidak selalu stabil, Annisa juga sempat merasakan penurunan omzet terutama pada masa pandemi. Selain penurunan omzet beberapa kali Annisa juga sempat mengalami hambatan dimana onde-onde yang dibuatnya tidak habis terjual.

“Agar onde-onde tidak kalah saing kita tetap mempertahankan takaran resep dan bahan agar rasa tetap sama. Serta agar penjualan habis harus pintar dan berani menawarkan kepada pembeli,” tutur Annisa saat ditanya mengenai tips dalam berjualan onde-onde.

Sekilas kisah inspiratif dari Annisa, pedagang jajanan onde-onde yang sederhana dan pantang menyerah. Tekadnya ini dapat dijadikan teladan untuk banyak orang di luar sana yang ingin membuka usaha rumahan tetapi masih ragu.

Meskipun onde-onde termasuk jajanan tradisional dan sedikit tertinggal dari makanan yang banyak ditemukan saat ini, namun Annisa dapat membuktikan bahwa usaha produksi onde-onde dapat menjadi usaha yang tetap eksis dan menjanjikan di tengah gempuran berbagai jajanan kekinian.

“Membuka usaha memang sulit apalagi memulainya dari nol, harus ada rasa semangat dan berani jika ingin memulai usaha onde-onde. Berikan hasil atau rasa terbaik untuk pembeli agar tidak kecewa,” pesan Annisa kepada orang diluar sana yang ingin membuka usaha onde-onde rumahan tetapi masih ragu dalam memulainya.  

Darin_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.