MOBIL DINAS DESA MENJADI PERPUSTAKAAN KELILING GUNA MENINGKATKAN SEMANGAT LITERASI ANAK-ANAK DI WILAYAH DESA

Merujuk pada UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa ialah sekumpulan masyarakat yang hidup dalam satu wilayah namun lingkup kecil, mempunyai aturan secara hukum, dan berada tetap di bawah naungan Negara Republik Indonesia. Menurut UU No 18 tentang desa disebutkan bahwa ada kurang lebih 250 wilayah yang masuk kategori desa di Negara kita, dengan ini dapat disimpulkan bahwa desa ialah bagian dari Indonesia. Oleh sebab itu, keberadaannya wajib tetap diakui dan diberikan jaminan keberlangsungan hidupnya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk menjamin keberlangsungan hidup masyarakat disebuah desa, biasanya pemerintah menyediakan dana yang disebut dengan APBD beserta sarana prasarana lainnya. Diantara sarana prasarana tersebut, pemerintah juga menyediakan fasilitas seperti kendaraan baik mobil, motor, dll guna mendukung mobilitas di desa tersebut. Pada pengaturannya, fasilitas umum di desa merupakan kekayaan milik desa sebagaimana yang disebutkan antara lain dalam Pasal 76 ayat (5) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”). Yang dimaksud dengan fasilitas umum dipertegas kembali dalam Pasal 112 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“PP Desa”) yang mengatakan bahwa fasilitas umum merupakan fasilitas untuk kepentingan masyarakat umum.

Jadi sudah sepantasnya fasilitas tersebut digunakan untuk kpentingan masyarakat. Contohnya dengan menjadikan mobil dinas desa sebagai perpustakaan keliling. Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 perpustakan dapat dikatakan sebagai sebiuah institusi yang menyediakan koleksi buku-buku atau majalah yang bersifat mendidik, perpustakan menjual jasa intelektual, rekreasi dan juga hiburan bagi masyarakat, walaupun ada juga perpustakaan yang dikelola secara pribadi atau milik pribadi, namun secara umum perpustakaan difungsikan sebagai tempat yang bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Pada masa ini perpustakaan tak hanya menyediakan sumber pengajaran dan informasi dalam bentuk media cetak saja, namun banyak perpustakaan modern yang memuat media elektronik seperti DvD, CD, computer dan segala perangkat elektronik yang berhubungan dengan pengetahuan. Dewasa ini perpustakaan juga sudah tersedia dalam bentuk online atau menggunakan perangkat internet dan tidak berbentuk bangunan secara permanen. Ada juga perpustakaan keliling yang tidak kalah keren dari perpustakaan regular ataupun perpustakaan online.

Lalu banyak pertanyaan yang muncul mengenai “mengapa harus perpustakaan keliling?”. Perpustakaan keliling dimaknai sebagai perpustakaan yang bersifat nomaden atau tidak memiliki bentuk fisik secara permanen, dalam implementasinya perpustakaan ini dijalan kan dengan mengitari suatu tempat atau wilayah atau terkadang berhenti di satu titik sebagai stop point. Perpustakaan keliling prinsipnya mencari pembaca bukan dicari oleh pembaca seperti perpustakaan biasa. Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari pembuatan perpustakaan keliling, diantaranya ialah perpustakaan keliling sebagai wadah penyaluran informasi kepada masyarakat dimana pun berada, terutama di wilayah terpencil yang terbatas aksesnya. Tentu saja hal ini sangat memudahkan masyarakat karena pada dasarnya manusia itu malas pergi keperpustakaan karena berbagai alas an tak terkecuali dengan alas an jarak yang jauh, dengan adanya mobile library atau perpustakaan keliling ini tidak ada alasan lagi untuk masyarakat malas membaca. Terkhusus untuk para siswa, mungkin alas an malas membaca buku di perpustakaan sekolah dikarenakan waktu yang terbatas, dikarenakan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dirumah dibandingkan disekolah, maka kehadiran perpusling ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengefektifkan waktu luang anak dirumah.

Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendaraan dan membawa bahan pustaka serta memberikan layanan jasa perpustakaan kepada pengguna di daerah yang tidak terjangkau oleh perpustakaan umum/menetap (Sulistiyo-Basuki, 1991:48).

Pada penerapan nya biasanya satu unit perpustakaan keliling akan berhenti dibeberapa titik pelayanan(service point) di seluruh wilayah desa tersebut atau bahkan lebih luas bisa juga berpindah dari satu wilayah kecamatan ke kecatan lain, tergantung kebijakan dari instansi yang menaungi. Perpusling juga bisa dibuat secara mandiri loh, dalam artian jika anda memiliki banyak koleksi buku dan ingin memberikan bantuan kepada sesama anda bisa memanfaat kan fasilitas pribadi anda untuk mebuat perpusling, agar koleksi yang anda punya menjadi bermanfaat untuk anda dan orang lain.

Hardjoprakoso, dalam bukunya tahun 1992 menyebutkan bahwa perpustakaan keliling ialah salah satu media pembelajaran non formal. Perpustakaan keliling hendaklah memilih, menyajikan dan melayani pengguna dengan profesional, perpustakaan keliling dianggap turut berperan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional Indonesia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan keliling juga berperan besar dalam mengatasi kesenjangan informasi bagi masyarakat Indonesia, karena bersifat terbuka dan melayani dengan tulus tanpa memandang penggunanya dari aspek manapun termasuk status sosial. Perpustakaan keliling disinyalir juga bisa membuka lowongan pekerjaan, Karena tentu saja dalam pengelolaan nya dibutuhkan tenaga kerja untuk menyukseskan tujuan dari perpustakaan keliling ini. Karena nyatanya, lulusan perpustakaan yang saat ini jurusan tersebut telah ada di 32 kampus di Indonesia, ternyata baik itu D2 dan S1 nya banyak yang masih menganggur, dikarenakan biasanya kebutuhan akan pustakawan terbilang rendah hanyak berkisar maksimal 3 orang saja di tiap instansi, dan ditambah biasanya instansi mengangkat pustakawan dari formasi guru, hal ini semakin mempersempit peluang kerja pustakawan. Oleh karena itu kehadiran perpustakaan keliling bisa dijadikan sebagai salah satu opsi untuk mengatasi tingkat penangguran lulusan keperpustakaan.  

Esti_

 DAFTAR PUSTAKA

Pramesti, 2015. “Penggunaan Dana Untuk Fasilitas Umum di Desa” https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt54e311ded7dab/penggunaan-dana-untuk-fasilitas-umum-di-desa diakses Selasa 20 April 2021 pukul 20.21

DISPUSIP Pekanbaru, 2018. “Manfaat Perpustakaan Keliling Untuk Masyarakat” https://dispusip.pekanbaru.go.id/manfaat-perpustakaan-keliling-untuk-masyarakat/ diakses Selasa 20 April 2021 pukul 20.35

Rumani, 2018. “Pustakawan Sekolah Layak Mendapat Perhatian” https://www.kompasiana.com/srirumani/5a7c7fe016835f2f60331a42/solidaritas-guru-honorer-untuk-pak-budi diakses Selasa 20 April 2021 pukul 20.57

https://seruyankab.go.id/perpustakaan-keliling-memberikan-layanan-terbaik-hingga-pelosok/ diakses Rabu 21 April pukul 11.53

 http://bpkp.go.id/pustakabpkp/index.php?p=pengertian,%20tujuan diakses Rabu 21 April 2021 pukul 11,55

Sumber Gambar: google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *