Kemeriahan Java in Paris Expo di Solo Technopark

Java in Paris Expo, kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Prancis dengan Pemerintah Kota Solo digelar di Solo Technopark dengan tujuan agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia bisa merambah ke pasar internasional.

Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menggelar pameran kewirausahaan bertema “De Java à Paris” atau “Saking Jawi Datheng Paris” di Solo Technopark pada 30 Juni hingga 2 Juli 2022 bersamaan dengan pameran yang dilaksanakan di Paris hingga pertengahan Juli nanti.

Pameran Java in Paris merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Prancis dengan Pemerintah Kota Solo sebagai jalan bagi UMKM Indonesia terutama Solo untuk merambah ke pasar internasional.

Terdapat ratusan UMKM dari berbagai daerah di Solo Raya yang berpartisipasi dalam pameran ini. Banyak produk rumahan seperti makanan, batik, cendera mata, pakaian, home decor, dan sebagainya. Salah satu peserta UMKM yang berpartisipasi adalah Etnika Handmade yang membawa produk fashion dan home decor pada Java in Paris Expo kali ini.

UMKM Etnika Handmade atau Etnika Indonesia, Lusi menjelaskan bahwa sedang memamerkan produk dari kain goni dan kayu. “Untuk produknya ada dua home decor dan fashion. Fashion ada tas, sepatu, dan rompi dari goni. Tapi kalau yang dari kayu kebanyakan buat home decor,” ujar Lusi pada Kamis (30/6).

Banyak pengunjung tertarik dengan apa yang ditawarkan pada pameran Java in Paris ini karena berkaitan dengan kewirausahaan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mahasiswa dan masyarakat memiliki kemampuan dan kreativitas yang tinggi dalam membuat sebuah produk. 

Namun bagi mahasiswa, dalam mengenalkan produknya dirasa kurang dalam hal marketing. “Kadang mahasiswa itu bikinnya bisa dan produknya bagus, tapi pemasarannya tidak bisa. Siapa tau kita bisa berkolaborasi dan sekarang kan melalui situs online kita bisa ke mana saja bahkan bisa kirim keluar negeri,” ujar Atinto salah satu partisipan Java in Paris Expo (30/06).

Di sisi lain, Lusi berharap dengan adanya acara seperti ini, banyak UMKM yang bisa lolos dari kurator dan bisa melakukan ekspor secara konsisten. “Harapannya sekalian branding Etnika Indonesia sendiri seperti apa, kemudian bisa lolos kurator juga biar bisa ekspor,” tutur Lusi.

Setelah adanya pameran Java in Paris ini diharapkan para penggarap UMKM di Indonesia bisa lebih memanfaatkan teknologi yang ada sebagai sarana marketing yang digunakan dan meningkatkan nilai ekspor ke berbagai negara utamanya negara di Benua Eropa.

“Harapannya UMKM bisa melek teknologi, sekarang ada Shopee, Tokopedia, Facebook, TikTok, dan platform jualan digital lainnya. Mungkin dari situ bisa berkembang lebih lagi dan dengan sarana online itu bisa lebih go international,” jelas Artinto.

Fiki_
Zahra_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.