“Keberlanjutan PKM Pengabdian Masyarakat Pasca Pengumuman Lolos Pendanaan”

Titik terang pelaksanaan PKM bidang Pengabdian Masyarakat setelah pengumuman lolos pendanaan masih dipertanyakan oleh mahasiswa UNS.


Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat atau biasa disingkat dengan PKM-PM adalah program kreativitas mahasiswa di bidang pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Mitra dari program ini adalah masyarakat nonprofit seperti lembaga pendidikan, instansi pemerintah, karang taruna, kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), panti asuhan, atau lembaga sosial kemasyarakatan yang lain. Di Universitas Sebelas Maret (UNS) sendiri terdapat 13 tim yang lolos pendanaan PKM-PM pada tahun 2021 yang berasal dari berbagai fakultas. Tentu saja hal tersebut merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi UNS. Dosen Pendidikan Luar Biasa sekaligus pembimbing tim PKM-PM yang lolos pendanaan, Gunarhadi, menjelaskan bahwa berdasarkan grafik tiga tahun terakhir terdapat peningkatan dari sisi jumlah peserta dan jumlah mahasiswa yang lolos PKM-PM. Adanya peningkatan ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari mahasiswa mengenai tindak lanjut PKM-PM setelah pengumuman lolos pendanaan mengingat situasi dan kondisi pada masa pandemi yang hingga kini belum usai.


Tim PKM-PM sudah harus mempersiapkan programnya sesuai dengan timeline yang telah diatur dalam pedoman PKM yakni mulai 1 Juni hingga 20 September 2021. Persiapan ini tentunya dilakukan dengan menaati protokol kesehatan yang berlaku agar dapat berjalan dengan baik.


“Setiap tim perlu mempertimbangkan dengan baik protokol kesehatan seperti apa yang diterapkan dan menyesuaikan dengan kondisi mitra dan dana program yang telah diberikan karena mitra masing-masing tim memiliki karakteristik dan latar belakang yang berbeda-beda,” ujar Wiji Tuhu Utami selaku perwakilan PKM Center melalui Whatsapp pada Jum’at (18/06).


Pihak PKM Center juga menjelaskan bahwa tidak ada pengadaan vaksinasi bagi mahasiswa yang melaksanakan PKM-PM. Jika ditemukan hal-hal yang tidak terduga seperti adanya mahasiswa yang positif Covid-19 ketika pelaksanaan programnya, dihimbau untuk segera melapor ke PKM Center agar segera ditindaklanjuti karena tidak ada info perubahan jadwal kegiatan PKM mulai dari pelaksanaan program hingga sampai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang merupakan tahap terakhir pelaksanaan kegiatan PKM. Selain itu, jika suatu daerah yang akan dijadikan tempat pelaksanaan berzona merah dan tidak dizinkan untuk pelaksanaan program, tim PKM-PM tersebut bisa berkoordinasi dengan dosen pembimbing, mitra, atau pemerintah setempat untuk merumuskan penyelesaian dari permasalahan tersebut karena pelaksanaan PKM-PM tahun ini menggunakan sistem blended yang mengkombinasikan tiga unsur penting seperti virtual-digital, online, dan offline.


“Apabila terpaksanya tidak bisa diterapkan secara luring, maka bisa mencari alternatif lain secara daring untuk pelaksanaan program,” jelas Wiji Tuhu Utami.
Pelaksanaan PKM-PM yang tidak sepenuhnya dilaksanakan secara luring ini juga menimbulkan kendala dalam hal konsultasi kepada dosen pembimbing. Mahasiswa dan dosen pembimbing harus berkoordinasi secara daring mengenai pelaksanaan programnya. Gunarhadi mengatakan bahwa ketika pengajuan proposal PKM, mahasiswa mengirimkan proposalnya ke alamat surel dan berkonsultasi melalui media Whatsapp. Meski begitu, Gunarhadi selaku dosen pembimbing PKM dan juga pihak PKM Center berharap agar jumlah mahasiswa yang mengikuti PKM-PM ini semakin meningkat dan banyak mahasiswa yang bisa lolos hingga PIMNAS.


Dari 13 tim yang lolos, 8 tim di antaranya diketuai oleh mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan terdapat 3 kelompok yang memfokuskan sasarannya di bidang Pendidikan. Untuk timeline pelaksanaan program baru akan dilakukan di bulan Juli dan saat ini tim PKM-PM tengah mempersiapkan diri dan juga sarana yang akan digunakan saat terjun ke masyarakat nanti.
“Timeline kami untuk terjun ke masyarakatnya dimulai minggu pertama di bulan Juli dan di bulan Juni ini kami masih fokus untuk menyusun komiknya dulu,” jelas Bisri Musa Azhari, salah satu ketua tim PKM-PM dari FKIP UNS yang lolos pendanaan melalui Whatsapp pada Senin (21/06).


Tujuan dari program PKM ini beragam, tergantung siapa target dari pelaksannaannya. Tuti Nuruli Adha selaku ketua tim PKM-PM yang mengabdi ke siswa luar biasa menerangkan bahwa tujuan dari timnya mengikuti program ini adalah untuk mengurangi kecemasan berkarir siswa tunarungu.


“Tujuan dari program tim kami ialah untuk mengurangi kecemasan berkarir siswa tunarungu melalui pembuatan planner book dan juga bimbingan karir. Kami ingin memberikan dampak positif secara psikologis melalui dukungan dan juga motivasi yang ada di dalam program nanti sehingga menciptakan siswa-siswa berkebutuhan khusus yang berkepribadian positif dalam menghadapi masa depan. Selain itu juga target program kami ditujukan untuk siswa menengah atas luar biasa yang setelah menempuh pendidikan menengah atas mereka harus memilih rencana hidup seperti apa yang akan mereka jalani atau inginkan” terang dari Tuti Nuruli Adha, melalui Whatsapp Sabtu (12/06).


Tim PKM-PM dari UNS mengaku optimis bisa lolos sampai ke PIMNAS karena memiliki cukup banyak kelebihan. Kelebihan ini berupa masalah yang diangkat terbilang permasalahan yang umum, namun nyatanya belum ada solusi yang efektif untuk menyelesaikannya. Program PKM-PM ini juga sangat membantu program yang telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) karena dapat meningkatkan kualitas cara mengajar yang lebih efektif di masa pandemi seperti ini, memberi dukungan kepada siswa disabilitas, juga dapat mendukung Program Kampus Mengajar yang tengah digencar-gencarkan saat ini.


“Pertama, masalah yang kami angkat ini menjadi masalah umum, hampir semua daerah mungkin juga merasakannya, apalagi kemarin dari Kemdikbud sendiri juga mengadakan Program Kampus Mengajar dengan sasaran siswa sekolah dasar karena memang pendidikan anak dengan sistem daring kurang optimal. Kedua, kami mengangkat tema terkini, kami mengangkat tentang kemampuan literasi dan numerasi yang juga sedang ditingkatkan Kemdikbud, dan dalam penyusunan komik ini kami menggunakan pendekatan pembelajaran MIKiR dan STEAM yang juga sedang banyak dipakai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” jelas Bisri Musa Azhari.

Indah_

Irna_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *