Gelagat Covid bikin banyak orang gagal mudik

Idul fitri 2021 pemerintah kembali mencanangkan aturan larangan mudik kepada masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19. Hal ini tentu menimbulkan rasa kecewa dimasyarakat karena kembali untuk kedua kalinya gagal untuk pulang kekampung halaman.

Larangan mudi ini sontak menimbulkan penolakan dari masyarakat. Wajar, mudik sudah menjadi tradisi sudah mandarah daging di kalangan masyarakat. Apalagi banyak masyarakat yang menilai kasus Covid-19 di Indonesia sudah menurun. Hal itu terbukti sudah berkurangnya daerah yang berada pada zona merah jadi banyak yang beranggapan “tidak apa-apa dong kalau mudik tahun ini”.

Padahal dalam pidatonya yang diunggah di kanal Youtube Sekretaris Presiden, Presiden Jokowi memaparkan jika larangan mudik ini bertujuan untuk menjaga tren turunnya kasus covid di Indonesia mengingat saat libur tahun lalu dan saat lebaran Covid di Indonesia meningkat tajam. Karena hal tersebut satuan gugus tugas penanganan Covid-19 juga mengeluarkan surat edaran (SE), yang tertuang dalam Satuan Tugas penanganan Covid-19 Nomer 13 Tanhun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya idul dari tanggal 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021. Masyarakat tidak diperbolehkan untuk keluar kota ataupun provinsi kecuali karena urusan kerja.

Mendengar hal itu langsung deh masyarakat protes habis-habisan yang banyak disuarakan di media sosial. Untuk mengantisipasi masyarakat yang tetap mudik, pihak kepolisian pun melakukan banyak penyetopan untuk mengecek kendaraan yang ingin keluar masuk suatu daerah.

Sebenarnya bukan hanya soal tradisi kenapa masih banyak orang yang kekeh untuk mudik. Ada alasan lain seperti “ko mudik dilarang, tapi tempat wisata tetap di buka ?”. Hal ini memang bikin para calon pemudik kesal, kan sama saja tetep bepergian.

Kenekatan masyarakat untuk tetap bepergian keluar kota ini dapat terlihat dengan jelas, salah satunya di daerah puncak Bogor, kota tempat saya tinggal. Beberapa hari pasca lebaran, saya mencoba untuk jalan-jalan ke daerah puncak Bogor. Tujuan awal memang untuk menghilangkan penat, namun tujuan ini berkembang menjadi maksud lain untuk melihat kondisi tempat wisata pada saat lebaran dan di tengah peraturan pelarangan mudik. Setelah saya sampai daerah Gadog jalan di daerah itu sangat macet. Kemacetan ini, dikarenakan adanya penyekatan di jalan Gadog yang ternyata tujuannya agar kendaraan luar Bogor tidak bisa lewat.  Dilansir dari kompas.com penyekatan ini sendiri berlangsung dari tanggal 6 mei sampai ke 17 mei. Dari kejauhan terlihat beberapa polisi yang melakukan pengecekan kencaraan yang akan masuk jalur tersebut. Karena plat motor saya plat F jadi saya bebas dari pengecekan tersebut. Akibat dari peraturan penyekatan ini diharapkan tidak banyak kendaraan luar Bogor yang masuk, selain agar resiko covid berkurang jalanan pun jadi lebih lenggang.

Ridwan_

Sumber gambar: Google

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *