DPRD Menerima Tuntutan Mahasiswa Untuk Menurunkan Harga Minyak Goreng

Aksi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) pada Jumat (01/04) dalam rangka menyampaikan keresahan masyarakat terkait harga minyak goreng melambung tinggi serta langkanya di beberapa daerah.

Aksi dimulai sekitar pukul dua siang di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta diawali dengan orasi mahasiswa dari beberapa BEM Fakultas UNS. Diwakili oleh BEM UNS, BEM FMIPA, BEM FEB, dan BEM FH. Aksi ini dilandasi keresahan masyarakat tentang kelangkaan minyak goreng dan harganya melambung tinggi.

Khususnya pedagang kaki lima yang membutuhkan minyak goreng pasti berdampak pada kenaikan harga jual daganganya. “Saat ini, minyak kondisinya sangat mahal dan beberapa tempat minyak sangat langka.

Oleh karena itu yang menjadi alasan kami, mengapa kami harus bergerak dan harus menyampaikan apa yang menjadi keresahan bagi masyarakat,” ujar Hanif selaku Juru Bicara Aliansi Selamatkan Pangan.

Ada beberapa tuntutan mahasiswa dalam demo ini. Pertama, mendesak Pemerintah Kota Surakarta untuk segera menstabilkan harga jual minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat serta menuntut segera mengatasi kelangkaan minyak goreng di Surakarta.

Kedua, menuntut Pemerintah Kota Surakarta untuk menindak tegas pelaku praktik monopoli dan permainan harga dibalik kelangkaan komoditas minyak goreng dalam cakupan wilayah Surakarta.

Ketiga, meminta menjaga kestabilan harga dan stok sembako dalam cangkupan wilayah Surakarta. Keempat,meminta untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat mengenai kestabilan harga dan ketersediaan stok minyak goreng dan bahan pokok lainnya.

Tuntutan mahasiswa disambut tangan terbuka oleh beberapa anggota DPRD. “Kami siap mencatat, melanjutkan, dan membahas aspirasi yang mahasiswa sampaikan untuk kami di gedung dewan ini,” ungkap perwakilan DPRD Surakarta.

Bukti tuntutan yang disampaikan mahasiswa diterima dan ditandatangani sebagai bentuk kesepakatan bersama.

“Akan kami terima dengan senang hati, dan mengakhiri yang saya sampaikan, saya mewakili kawan-kawan DPRD semuananya akan menandatangani apa yang menjadi poin-poin yang dimaksudkan oleh temen-teman semuanya,” ungkap perwakilan DPRD Surakarta.

Dalam aksi ini berharap semua poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa disepakati bersama terkait harga minyak yang meroket untuk segera menstabilkan harga minyak dan pasokannya di seluruh Indonesia khususnya di wilayah Surakarta, agar tidak mengalami kelangkaan.

Kezia_

Ais_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.