DESTRUCTIVE MINDSET: POLA PIKIR BINER

Masalah yang terjadi di Indonesia kian marak terjadi, layaknya sebuah panggung pertunjukan yang menghadirkan berbagai macam hiburan dengan berbagai macam penokohan, terdapat pula penonton dan kritikus yang ikut meramaikan pertunjukan.

Semua masalah yang terjadi tak lepas dari kepentingan antar-pihak yang saling menyerang. Kendaraan yang paling mutakhir untuk mencapai kepentingan mereka adalah dengan menunggangi masyarakatnya sendiri, melalui pola pikir biner.

Binary Thinking atau pola pikir biner merupakan cara berpikir berdasarkan logika biner, hanya ada 0 atau 1. Lebih mudahnya, seseorang denganĀ  pola pikir biner akan menganggap seluruh hal yanga ada di dunia ini hanya terbagi kepada 2 kategori tanpa gradasi, alias mutlak dan kontras, seperti hanya ada baik atau buruk, terang atau gelap, indah atau buruk, hitam atau putih.

Pola pikir seperti ini sebenarnya sangat bermanfaat dalam pengembangan penelitian scientic yang mengharuskan peneliti hanya melihat objek penelitian sebagai bentuk umum tanpa memahami makna secara mendalam dengan tujuan mengklasifikasikan objek (Paradigma Positivistik). Yang menjadi permasalahan disini adalah bahwa pola pikir seperti ini tidak bisa diterapkan dalam pendekatan sosial.

Struktur sosial sendiri terbentuk dari berbagai aspek yang kompleks, tidak hanya memiliki dua pilihan sebagaimana sistem biner, struktur sosial tersusun dari spektrum yang sangat luas dan kompleks sehingga mustahil untuk diklasifikasikan menjadi dua kategori saja dan mengakibatkan seseorang berpikir secara parsial, miopis bahkan berpotensi menyesatkan (Logical Fallacies).

Analogi-analogi sederhana dari pola pikir biner ini sebagai berikut; kalau saya benar berarti anda salah, kalau saya salah berarti anda benar, kalau saya suka manis berarti saya tidak suka pahit, kalau saya pro Rusia berarti saya kontra Ukraina, kalau saya pro pancasila berarti saya kontra khilafah, kalau saya pro TNI maka saya baik dan kalau saya pro POLRI maka saya buruk. Analogi diatas terkesan konyol dan tidak berdasar bukan?, namun begitulah kenyataan yang sedang terjadi ditengah masyarakat

Permasalahan yang terjadi pada orang-orang dengan pola pikir biner, yaitu mereka cenderung untuk mengkotak-kotakkan semua konflik yang ada, ketika mereka suka dengan seseorang, maka semua yang dilakukan orang tersebut dianggap sebagai kebenaran, sebaliknya ketika mereka membenci seseorang , maka semua yang dilakukan orang tersebut dianggap sebagai kesalahan, dan tentunya ini sangat berbahaya, karena orang dengan pola pikir biner ini adalah alat paling mutakhir untuk mencapai kekuasaan.

Mereka dengan senang hati mendukung dan membenarkan segala sesuatu yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang mereka sukai dan dengan senang hati pula membenci, merusak, menyerang orang atau kelompok yang mereka benci.

Lebih mirisnya lagi ketika mereka tau bahwa orang yang mereka suka melakukan kesalahan bahkan diluar logika mereka sendiri, mereka akan bias dan membenarkan hal tersebut dengan cara membohongi diri sendiri. Fenomena seperti sangat mudah dijumpai di media sosial dan acara televisi.

Hal ini jika terus dibiarkan maka akan dapat merusak keharmonisan dan integrasi sebuah bangsa, dan tentunya negara tidak akan pernah maju karena masyarakatnya akan terus dijadikan alat propaganda untuk mencapai kekuasaan sepihak.

Cara yang paling sederhana dan ampuh untuk melawan fenomena ini adalah edukasi, menambah wawasan dan pengetahuan agar kita dapat memandang lebih luas struktur sosial dan permasalahan sosial yang sangat kompleks, sehingga kita menjadi lebih objektif dan tidak bias dalam menyikapi isu-isu yang beredar.

Arif Alamsyah_

Sumber Foto: Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.