Bosan Belajar di Rumah, TIM KKN 120 UNS Ciptakan Rumah Belajar bagi Siswa SD

LPMMOTIVASI.COM- Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia selama hampir 2 tahun, terhitung sejak Maret 2020 hingga saat ini. Hal tersebut melumpuhkan beberapa sektor seperti pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Pada sektor pendidikan, adanya pandemi Covid-19 memiliki pengaruh yang besar karena terjadi perubahan sistem pembelajaran yang semula dilaksanakan secara luring atau tatap muka menjadi secara daring melalui berbagai platform yang dapat diakses secara mandiri di rumah masing-masing.

Adanya dampak tersebut mengakibatkan banyak keluhan yang dirasakan baik dari peserta didik maupun orang tua murid. Tuntutan dari pihak sekolah yang mewajibkan setiap peserta didik untuk mengerjakan berbagai tugas secara mandiri melalui platform yang tersedia menjadi masalah terbesar yang dirasakan orang tua siswa. Terlebih lagi penggunaan alat elektronik seperti handphone sebagai fasilitas utama pembelajaran daring digunakan secara tidak bijak. Sebagian besar siswa menggunakan handphone untuk bermain game ataupun banyak media sosial hingga tidak ingat waktu untuk belajar. Rasa jenuh melengkapi dunia pembelajaran peserta didik yang belajar di rumah sehingga keinginan untuk bertemu dengan teman-teman dan belajar bersama-sama menjadi kian besar dirasa oleh peserta didik.

Hal ini berbanding lurus dengan permasalahan yang terjadi di Dukuh Kepuhsari, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta. “Sebagian besar orang tua siswa mengeluhkan banyaknya tugas anaknya yang berujung menjadi beban mereka. Keterbatasan waktu dan pengetahuan orang tua siswa menyebabkan terjadinya ketimpangan pendidikan selama masa pandemi Covid-19,” ujar Sutrisno selaku Ketua RW Dukuh Kepuhsari.

Permasalahan keterbatasan pada sektor pendidikan seperti yang dialami oleh warga Dukuh Kepuhsari menjadi alasan Kelompok 120 Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program utama berupa pendampingan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Program kerja ini ditujukan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. “Pelaksanaan program kerja ini dimulai pada hari Selasa, tanggal 10 Agustus 2021, dan dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu,” ujar Utami selaku anggota KKN UNS 120.

Dalam setiap harinya, pendampingan dilaksanakan dengan dibagi menjadi 2 sesi. Dalam masing-masing sesi dihadiri oleh 6 siswa dengan menerapkan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun ketika hendak memasuki tempat pendampingan. Sesi pertama dimulai pada pukul 14.30 hingga 15.30 dan dilanjutkan sesi 2 pada pukul 16.00 hingga 17.00. Dalam pelaksanaannya, satu siswa diampu oleh satu mahasiswa sehingga proses pembelajaran dapat terfokus sesuai masalah belajar yang dialami oleh setiap siswa.  Secara keseluruhan, program pendampingan belajar dilaksanakan selama 3 minggu. Minggu pertama dan kedua dilaksanakan pembelajaran secara penuh,  sedangkan pada minggu ketiga dilaksanakan proses belajar pada sesi pertama dan kegiatan apresiasi yang diisi dengan game serta penyerahan hadiah kepada peserta pendampingan.

Antusiasme siswa dan orang tua siswa menjadi pendukung utama dalam pelaksanaan kegiatan ini sehingga tujuan dari dilaksanakannya program kerja ini dapat terlaksana sesuai dengan rencana. Tak hanya itu, beberapa pihak lain yang terlibat seperti kelurahan, RW, dan RT juga menjadi pendukung atas keberhasilan program kerja ini selama periode KKN ini sebab telah memberikan perizinan serta fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan ini. Selain kegiatan pendampingan siswa SD, Kelompok 120 KKN UNS juga melakukan beberapa program kerja di sektor kesehatan berupa edukasi pembuatan handsanitizer secara mandiri yang didampingi oleh tenaga kesehatan puskesmas setempat dan kegiatan edukasi terkait Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kedua kegiatan pada sektor kesehatan ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan adanya wabah Covid-19 yang sedang melanda sehingga program kerja ini dapat memberikan solusi dan dukungan kepada warga untuk mampu mandiri di tengah pandemi.

Luaran dari program kerja utama yang telah dilaksanakan dibagikan kepada masyarakat melalui kanal Youtube dengan harapan edukasi yang telah dilaksanakan mampu diterima dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Dukuh Kepuhsari, Mojosongo secara merata. Selain itu, video edukasi yang telah diunggah di Youtube dapat diakses tanpa terbatas waktu dan tempat. Video edukasi tersebut juga dapat dilihat secara berulang dan mudah untuk dibagikan sehingga ilmu yang disampaikan dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *