Bersih Danau UNS, Bukti Konkret Mapala se-UNS pada Pihak Kampus

Mahasiswa Pecinta Alam se-UNS mengadakan kegiatan bersih-bersih danau UNS dengan tema “Yang Mati Tidak Bisa Hidup Lagi, Yang Hidup Haruslah Berarti”


lpmmotivasi.com- Kasus meninggalnya GE dalam diklatsar Menwa pada tanggal 24 Oktober 2021 kemarin membawa dampak ke beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) khususnya UKM MAPALA yang ada di Universitas Sebelas Maret (UNS). Pihak kampus memberhentikan seluruh kegiatan mahasiswa yang melibatkan aktivitas fisik untuk menghindari terjadinya kasus serupa. UNS juga tak ingin mengambil resiko jika tetap melaksanakan kegiatan mahasiswa yang dapat berpotensi terjadi hal serupa seperti kasus Menwa.


Kegiatan UKM Mapala yang sebenarnya memiliki sistem yang berbeda dengan Menwa pun merasa kecewa karena digeneralisasikan oleh masyarakat luas termasuk pihak kampus. UKM ini dinilai berisiko dan harus diberhentikan sementara agar kejadian meninggalnya GE ini tidak terulang kembali. Qodri Al Basyir Amir selaku anggota dari UKM Mapala Brahmahardhika FKIP UNS menjelaskan bahwa ia sangat tidak setuju terhadap pernyataan kampus karena dinilai sangat mengeneralisasikan semua kegiatan yang ada di UNS itu sendiri. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sangat terdampak dengan adanya pernyataan kampus tersebut. Kegiatan Diklat yang seharusnya sudah dapat dilaksanakan terpaksa harus diundur.


“Menurut saya, statement dari pihak kampus terlalu menggeneralisasi karena di UKM ini sendiri tidak ada kontak fisik, calon anggota yang akan bergabung ke Mapala pun harus benar-benar dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwat penyakit,”ujar Qodri (5/11).


Maka dari itu, sebagai pembuktian kepada publik, UKM Mapala se-UNS menggelar acara bersih-bersih danau sebagai salah satu bentuk upaya menjaga lingkungan kampus dan sebagai aksi yang dapat memberikan manfaat positif bagi banyak pihak. Sebelumnya, kegiatan yang melibatkan sembilan UKM Mapala dari berbagai fakultas di UNS ini mengadakan koordinasi untuk meminimalisir dampak dari isu Menwa agar regenerasi kedepannya tidak terhambat. Kegiatan yang terlaksana pada hari Jum’at, 5 Oktober 2021 lalu ini disebut sebagai pembuktian bahwa UKM Mapala di UNS mampu memberikan dampak positif dan tidak sepatutnya untuk diberhentian sementara.


“Kegiatan bersih-bersih danau UNS ini juga dapat dikatakan sebagai tamparan yang memiliki manfaat positif karena tak hanya membersihkan danau dari sampah tetapi juga menebar benih ikan,” tegas Qodri selaku Humas acara Bersih Danau UNS.

Dalam wawancara kali ini Qodri juga mengutarakan tentang SOP yang digunakan Mapala, khususnya Brahmahardhika sendiri, dimana ia menjelaskan bahwa dalam Diksar Brahmahardhika sangat melarang adanya sentuhan fisik dan sangat mengedepankan prosedur keselamatan. Qodri juga kecewa dengan statment yang dikeluarkan kampus sendiri yang mengatakan memberhentikan kegiatan Diklat sementara.

“Saya berharap UNS bisa lebih memperhatikan UKM berprestasi yang memiliki dampak positif, dan tidak menganggap semua diklat itu sama dengan diklat Menwa”, tutur Qodri (5/11).

Adib_

Indah_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *