Atasi Masyarakat Urban Indonesia yang Gemar Menabung Sampah dengan Zero Waste

Penumpukan sampah yang setiap hari terus menjadi perbincangan karena tak kunjung ada solusi untuk meminimalisirnya pun menjadi salah satu permasalahan yang cukup besar di Indonesia. Terlebih lagi kebiasaan masyarakat urban yang selalu membuang sampah tidak pada tempatnya menjadi penyebab utama terjadinya penumpukan sampah.

Mulai dari sampah rumah tangga hingga sampah pabrik selalu menumpuk dan berceceran dimana-mana. Hal tersebut menyebabkan permasalahan-permasalahan baru yang muncul seperti polusi udara dan juga banjir.

Meskipun besar kecilnya volume sampah yang ada di suatu tempat dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang tinggal didaerah tersebut. Namun, semakin tinggi penduduknya, maka akan semakin tinggi pula jumlah sampah yang dihasilkan.

Dari tahun ke tahun jumlah sampah di Indonesia semakin besar. Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2020 jumlah sampah di 384 kota mencapai 80.235,87 ton setiap harinya.

Penyumbang sampah terbesar di Indonesia ini tak lain adalah masyarakat urban atau masyarakat yang tinggal di perkotaan karena penduduk Indonesia didominasi oleh masyarakat kota. Tingkat konsumsi yang cukup tinggi juga memicu peningkatan jumlah sampah setiap tahunnya.

Masyarakat perkotaan yang cenderung memiliki tingkat konsumsi tinggi disebut sebut gemar menabung sampah. Menabung sampah disini diartikan sebagai keadaan dimana masyarakat kota memiliki kebiasaan buruk yakni “buang-angkut”. Mereka tidak bisa mengolah limbah rumah tangga dengan baik dan tidak bisa memilah mana barang yang bisa dipakai atau didaur ulang lagi dan mana barang yang benar-benar tidak bisa dipakai.

Hal tersebut menyebabkan komposisi sampah yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA) sebagian besar sampahnya masih bisa didaur ulang sehingga tidak akan menimbulkan over load atau kelebihan kapasitas sampah yang ada di TPA.

Selain tingkat konsumsi yang cukup tinggi, kota-kota besar sebagai penghasil sampah juga memiliki gaya hidup yang kurang baik, penggunaan plastik masih sangat dominan. Seharusnya penggunaan plastik sedikit demi sedikit dikurangi, misalnya saja dengan menggunakan kantong belanja atau tote bag ketika pergi ke pusat perbelanjaan.

Meskipun hal tersebut tidak cukup kilat untuk mengurangi sampah yang ada, paling tidak kita telah berpartisipasi dalam mengurangi penggunaan plastik. Permasalahan sampah di Indonesia khususnya di kota-kota besar juga terdapat pada pengelolaan sampahnya.

Pengelolaan sampah di daerah urban belum bisa dilakukan secara efisien dan efektif. Banyak pemahaman masyarakat yang masih keliru. Contohnya membakar sampah.

Pembakaran sampah masih sering kita jumpai, mereka menganggap bahwa dengan membakar sampah akan mengurangi jumlah sampah, padahal hal tersebut akan menimbulkan permasalahan baru yakni timbulnya polusi dan rusaknya lapisan atmosfer bumi. Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat mengganggu kesehatan masyarakta sekitar.

Tak hanya itu, masyarakat juga masih belum mampu untuk memilah sampah antara sampah organik dan juga anorganik. Maka dari itu, perlu adanya sosialisasi dari pihak terkait untuk membantu masyarakat dalm memilah sampah agar jumlah sampah bisa dikendalikan setiap tahunnya.

Permasalahan-permasalahan akan sampah yang ada pada sebagian masyrakat urban di Indonesia masih bisa diatasi. Salah satunya adalah dengan melakukan program zero waste.

Zero waste adalah gerakan bebas sampah dengan mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan produk sekali pakai dan bijak dalam mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah. Tujuan dari gerakan zero waste ini adalah agar sampah tidak berakhir begitu saja di TPA dan menjaga sumber daya serta melestarikan alam.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam program zero waste ini, langkah tersebut antara lain : refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (membusukkan sampah). Langkah ini menjadi pegangan untuk membentuk gaya hidup tanpa sampah dan bijak dalam menggunakan sumber daya alam secara bijak.

Penerapan zero waste dalam kehidupan sehari hari bisa kita mulai dengan memanfaatkan barang yang tak terpakai. Misalnya memanfaatkan baju bekas yang sudah tak terpakai dan dijadikan sebagai tas belanja atau yang lainnya. Dengan begitu, kebiasaan masyarakat urban yang gemar “menabung” sampah lambat laun bisa berkurang.

Indah_

Sumber gambar : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.