WISUDA SEKOLAH PEMBAHARU NEGERI

LPMMOTIVASI.com—Wisuda Sekolah Pembaharu Negeri (SPN) baru saja digelar pada Jumat (27/11), hingga Minggu (29/11) lalu. Salah satu program kerja BEM tersebut dilaksanakan di Dusun Sambu, Desa Bendo, Nogosari, Boyolali.

Sekolah Pembaharu Negeri ini bertujuan untuk mengkader anggota BEM FKIP. “Pengaderisasian BEM FKIP UNS lewat SPN,” jelas Yeni Istikomah (28/11), selaku kepala SPN. SPN itu sendiri memiliki beberapa rangkaian acara. Pertama adalah Grand Opening pada tanggal 3 dan 4 Oktober 2015 lalu yang mengambil konsep semi militer dengan diisi materi-materi tentang leadership dan wawasan kebangsaan. Acara kedua adalah magang. Magang ini diadakan dalam 7 kali kelas besar. Acara terakhir adalah wisuda SPN. Peserta yang mengikuti wisuda SPN ada 93 orang.

Dalam kegiatan wisuda SPN sendiri terdapat beberapa rangkaian acara. Di hari pertama ada materi tentang keorganisasian yang dilanjutkan istirahat. Di hari kedua dilanjutkan dengan outbond, yang terdiri dari 5 pos dengan berbagai macam permainan berkelompok.

Ahmad Ahadi sebagai panitia tujuan Outbond adalah melatih bagaimana mereka bertahan diri (survival) dengan segala tantangan keadaan di sekeliling mereka. “Melatih kekompakan dan kesolidan mereka yang nantinya untuk mengembangkan diri mereka dalam masuk ke dalam BEM,” imbuhnya (28/11).

Antusiasme terlihat dari para peserta wisuda SPN dalam mengikuti berbagai kegiatan. Syifa Nurul Hayati mengungkapkan bahwa ia mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman baru. “Baru pertama kali terjun ke masyarakat, mandi di rumah warga, benar-benar gokil ! Nggak enaknya tidur di tanah yang cuma dikasih tiker,” ujarnya (28/11).

Untuk kegiatan selanjutnya adalah malam perenungan yang akan dilangsungkan pada Minggu dini hari. Malam perenungan itu diawali dengan jalan malam atau yang sering disebut jerit malam. Renungan malam ini bertema “Orang Tua Adalah Harta Karun Terbesar di Hidup Kita”. Dalam acara tersebut terdapat sebuah drama mini dengan skenario mayat yang diibaratkan itu adalah seorang ibu yang telah meninggal dan terdapat anak-anak yang menyesal melihat ibunya sudah meninggal karena sebelumnya mereka hanya sibuk dengan kuliah dan organisasi. Tujuan acara malam perenungan ini adalah agar mahasiswa dapat membagi waktu dengan baik antara keluarga dan kegiatan di kampus.

Bosih_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *