Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNS : koordinasi dengan DEMA masih kurang

lpmmotivasi- Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (re: WD 3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Djono, angkat bicara terkait kinerja Dewan Mahasiswa (DEMA). “Menurut saya sudah relatif bagus, hanya perlu dioptimalkan,” ujarnya. Djono menjelaskan bahwa kinerjanya juga belum optimal. “Itu semua tanggung jawab saya. Memang saya sendiri belum optimal. Waktu saya masih sangat singkat. Begitu saya dilantik, sebulan kemudian saya naik haji. Jadi waktunya belom optimal.Tapi Alhamdulillah,” tuturnya (30/9).

Ia berjanji akan bekerja on the track, sesuai aturan dan berkomitmen dengan mahasiswa. “Komitmen saya, saya ingin mengoptimalkan DEMA, ORMAWA, dan mahasiswa, karena saya pengin mahasiswa FKIP berprestasi di banyak hal,” tambahnya.
Dalam wawancara yang dilakukan reporter LPM Motivasi, Djono mengungkapkan bahwa dana untuk kegiatan kemahasiswaan jumlahnya terbatas. Salah satu sumber dana yaitu dana SPI, yang masih dalam proses. “Dana SPI belum keluar, katanya masih diverifikasi,” ungkapnya. Selain dana, Djono juga mengatakan bahwa komunikasi antara WD 3 dengan UKM ataupun Ormawa belum optimal. “Kurang komunikasi dengan ormawa. Sebenarnya jika sebulan sekali kumpul dengan ketua ormawa saya usahakan,” ujarnya.

Djono menuturkan bahwa koordinasi dengan DEMA masih kurang intens. Ia mengaku baru tiga kali bertemu dengan Ketua DEMA. “Kalau dengan Eka (re: Presiden BEM FKIP) saya intens bertemu. Kalau DEMA belum sering ke sini,” tuturnya. Djono berharap agar Ketua DEMA sering mengunjungi ruangannya. “Silakan datang! DEMA kan fungsinya legislatif, mengontrol, dan mengawasi dari Ormawa. Menurut saya itu kurang optimal, tapi apa karena belum banyak informasi ke saya. Bisa jadi itu,” ujarnya.

Ia juga berharap DEMA dapat melakukan tugas pokok dan fungsinya dengan optimal dan bersinergi dengan Ormawa lainnya. “Saya mengharapkan DEMA dengan Ormawa-ormawa lain bersinergi dan sesuai TUPOKSI (Tugas Pokok dan Fungsi). Artinya kalau eksekusi ya eksekutif, DEMA yang legislatif, agar balance. Itu harapan saya,” tuturnya.

 

Ika Yulianti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *