Wacana Pembebasan Biaya Legalisir

lpmmotivasi.com – Menanggapi biaya legalisir ijazah yang akan digratiskan, Mohammad Jamin selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan yang baru mengatakan itu sedang dikaji namun belum diputuskan. “Wakil-wakil dekan bidang II itu hampir sepakat bahwa kedepan akan dibebaskan. Lha wong uangnya tidak seberapa.” Ungkapnya (22/2). Jamin menambahkan selama belum ada peraturan yang membebaskan biaya legalisir, maka masih berlaku kebijakan yang lama. “Prinsipnya gini setelah ada UU Administrasi Pemerintahan bagi yang menggratiskan itu ada dasar hukumnya. Tapi bagi yang masih memungut diberi transisi dua tahun sampai 2017 ini. Setelah itu mestinya semua digratiskan untuk legalisir.” Imbuhnya saat ditemui di gedung Rektorat.

Menindaklanjuti bagaimana kebijakan tarif legalisir ditetapkan, Mohammad Jamin menjelaskan penetapan tarif legalisir dirumuskan pihak Universitas dengan usulan dari fakultas. Fakultas sendiri hanya mengajukan besaran tarif layanan termasuk legalisir ke universitas. “Penetapan tarif itu yang membuat universitas atas usulan fakultas.” Jelasnya.

Jamin menjelaskan pendapatan yang diperoleh dari legalisir termasuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB). “PNBP itu Penerimaan Negara Bukan Pajak yang dimiliki UNS sebagai anggaran pendapatan yang nanti digunakan untuk pembiayaan apapun.” Ujarnya.

Dony Setiawan selaku staf di Bagian Keuangan bidang PNBP yang merekap semua biaya pemasukan universitas menjelaskan bahwa pendapatan dari legalisir tidak dirinci setiap fakultas. “Kalau legalisir itu selama ini pencatatannya belum perfakultas. Ya ada penerimaan dari legalisir gitu, tapi fakultas mana aja tidak diidentifikasi langsung semua fakultas.” Jelasnya. (22/2)

Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa jumlah pendapatan yang diperoleh universitas dari legalisir untuk tiga tahun terakhir mengalami penurunan dari tahun ke tahun. “Untuk tahun 2016 pendapatan legalisir ijazah itu Rp. 257.700.500. Kemudian untuk 2015 Rp. 310.984.550. Kemudian 2014 Rp. 348.755.400.” Kata Dony. (22/2).

Muhammad Firdaus

Triana Febri

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *