Usung Deklarasi Anti Kekerasaan Mapala Se-UNS Adakan Bersih Danau

Kumpulan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) diseluruh UNS pada hari Jum’at (5/11) lalu, bersama-sama mengadakan kegiatan pembersihan danau sekaligus menebar bibit ikan nila.

Berawal dari diskusi biasa antar Mapala di UNS, yang mana sedikit banyaknya juga dilatarbelakangi adanya kasus kurang menyenangkan dari Menwa, organisasi yang berorientasi pada ketahanan mental dan fisik terkena imbas. Dietahui salah satu mahasiswa UNS, GE meninggal ketika melaksanakan Pradiksar oleh Resimen Mahawsiswa UNS.

Sebagai deklarasi anti kekerasan sekaligus turut serta dalam mengkampanyekan program green campus , kegiatan pembersihan danau ini diharapkan mampu membuka mata orang-orang di luar sana bahwa Mapala bukanlah organisasi yang sebagaimana dugaan banyak orang.

Sebutan Mahasiswa Pecinta Alam tentu saja para anggota Mapala hendaklah menjadi pion penting dalam upaya pelestarian lingkungan baik di lingkup universitas maupun secara eksternal.

Kegiatan pembersihan danau ini bukan baru kali ini dilaksanakan, melainkan sudah sering terlaksana hal-hal seperti ini, hanya saja dari pihak Mapala memang belum mengadakan program berjangka mengenai hal ini.

Saat pelaksanaan kegiatan tersebut terlihat hadir Tomy (Rohman Agus Pratomo) sebagai perwakilan dari Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNS yang juga mengawasi dan memantau kegiatan para mahasiswa anggota Mapala ini.

“Beliau menyempatkan hadir, tapi kalau izin secara formal itu tidak ada karena ini masih dilingkungan kampus jadi tidak terlalu diharuskan” ujar Adi Dwi selaku koordinator lapangan kegiatan tersebut (5/11).

Mahasiswa anggota Mapala Garba Wira Bhuana itu menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan sumbangsih dari seluruh Mapala UNS mulai dari Fakultas Kedokteran dengan PMPA Vagus sampai Brahmahardhika dari FKIP, lewat patungan dana mereka menyiapkan segala keperluannya sendiri seperti konsumsi, peralatan, dll. Kegiatan ini selain bermafaat tentu saja juga menyenangkan apalagi bagi para anggota baru yang berarti kegiatan ialah kegiatan offline perdana mereka.

“Perasaannya senang, dari aku sendiri kan baru gitu. Jadi bisa ketemu Mbak Mas dari Mapala lain juga gitu. Sangat senang dan seru” ujar Nyimas sebagai salah satu peserta kegiatan (5/11).

“Karena situasi dan kondisi sekarang ngga mungkinkan memaksakan sesuatu yang kita sendiri tetap harus jaga prokes. Jadi kita walaupun berkegiatan tetep jaga Prokes, tetep safety gitu,” begitu harapan Nadia salah satu anggota MAPALA dari PMPA Vagus (5/11).

Adi berharap kegiatan positif seperti ini harus terus dilakukan, selain pendeklarasian anti kekerasaan, juga bisa meningkatkan kecintaan dan kesadaran para anggota Mapala pada khususnya dan secara umum sebagai inspirasi dan panutan bagi seluruh warga UNS untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan baik secara internal maupun eksternal kampus.

Esti_

Jenita_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *