UNS Siap Terapkan Kampus Merdeka

AK-47, FKIP UNS- “UNS sudah menyiapkan diri untuk mengimplementasikan Kampus Merdeka dengan menyusun peraturan yang relevan,” ujar Siswandari selaku Bidang Pengembangan Kurikulum dan SDM UNS (1/9.)

Program Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil beberapa mata kuliah di luar program studi (prodi), fakultas maupun universitas. Siswandari selaku Bidang Pengembangan Kurikulum dan SDM Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menjelaskan gambaran terkait Kampus Merdeka. “Kampus Merdeka memberi kesempatan belajar dan memperoleh pengalaman lain yang bermanfaat bagi kehidupan masa depan kepada mahasiswa semester 5, 6, dan 7. Kesempatan belajar dan memperoleh pengalaman baik itu dapat dilakukan di dalam kampus di luar prodinya atau di luar kampus,” jelasnya saat dihubungi melalui WhatsApp (01/09).

UNS telah merencanakan penerapan Kampus Merdeka pada tahun ajaran ini. Wakil Rektor Bidang Akademik, Ahmad Yunus menyatakan bahwa Kampus Merdeka direncanakan akan diterapkan pada semester Agustus 2020-Januari 2021. Ia menegaskan bahwa UNS sudah menyusun peraturan dan pedoman pelaksanaan KMMB. Senada dengan Yunus, Siswandari juga menyatakan bahwa UNS sudah mempersiapkan diri untuk mengimplementasikan Kampus Merdeka dengan menyusun peraturan yang relevan.

Pada kuliah perdana oleh Rektor UNS, Jamal Wiwoho melalui Zoom dan Youtube pada Senin, 31 Agustus 2020, disampaikan beberapa hal mengenai Kampus Merdeka. Jamal menyampaikan beberapa poin penting terkait Kampus Merdeka yang akan dilaksanakan UNS pada tahun ajaran ini. Bentuk kegiatan dari program Kampus Merdeka, yaitu Pertukaran Pelajar antar Program Studi pada Perguruan Tinggi yang sama, Pertukaran Pelajar dalam Program Studi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda, dan Pertukaran Pelajar antar Program Studi pada Perguruan Tinggi yang berbeda. Jamal menyampaikan bahwa program Kampus Merdeka ini diterapkan bukan tanpa tujuan. Program yang diterapkan pada jenjang perguruan tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa, sehingga nantinya akan mencetak lulusan yang lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Yunus dan Siswandari berharap mahasiswa yang mengikuti program ini dapat melakukan berbagai penyempurnaan. Mahasiswa diharapkan dapat lebih bergairah belajar karena selama 3 semester mereka akan ‘merdeka’ untuk memilih bidang yang disukai sesuai dengan minat dan bakatnya. Mahasiswa juga dapat meningkatkan kompetensinya, kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berwawasan luas.

Aulia, mahasiswa Pendidikan Sejarah 2019 berharap agar pihak kampus dapat merancang program ini dengan matang dan diimplementasikan sebaik mungkin sehingga memberikan dampak yang positif bagi semua mahasiswa. “Harapannya jika nanti program atau kebijakan itu dilaksanakan ya dapat benar-benar diimplementasikan sebaik mungkin. Aku berharap dengan adanya kebijakan ini, bisa membawa dampak yang positif buat semua mahasiswa,” ujarnya (29/08).

Riska Oktaviana, mahasiswa Pendidikan Akuntansi 2019 juga menyampaikan harapannya terkait program ini. Riska berharap sebelum program ini dilaksanakan, teknisnnya sudah diperjelas dahulu agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Saya berharap sebelum melaksanakan program ini, teknisnya dirancang dulu, dimatangkan dulu, jangan sampai ada kesalahpahaman. Takutnya nanti di tengah jalan ada kesalahan. Semoga banyak yang mengikuti program ini dan sebisa mungkin jangan dibatasi,” ucapnya (22/08).

Sagita_

Rudi_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *