UNS Pasrah

Langkah radikal M. Natsir mengalihkan prioritas kuota beasiswa dari PTN ke PTS berujung pada isu perubahan APBN. Keputusan itulah yang menggegerkan mahasiswa di penjuru PTN di Indonesia. Mahasiswa menuntut APBN yang berlaku sekarang harus diubah dan tidak mengurangi kuota beasiswa PTN masing-masing. Maka bagaimana sikap dari civitas akademika menjadi hal yang menarik untuk diulas.

UNS yang terkena imbas dari pengurangan kuota bidikmisi dan BBP-PPA tidak berkutik pada keputusan M.Natsir. UNS sampai pada zero point terhadap perjuangannya mempertahankan citra Kampus ramah rakyat kurang mampu. UNS hanya menunggu pihak luar untuk memberikan bantuan dana beasiswa bagi mahasiswanya.

Sementara kuota calon mahasiswa meningkat setiap tahun, justru kuota bantuan yang mampu disediakan di UNS menurun. Sementara ini ada 213 kuota beasiswa yang mampu diberikan oleh pihak swasta kepada mahasiswa UNS. Mahasiswa UNS yang berjumlah lebih dari 35.000 akan berebut dana beasiswa tersebut untuk menunjang perkuliahannya. Mantan penerima beasiswa BBP-PPA pun hanya bisa mengandalkan beasiswa yang diberikan oleh pihak luar. Persaingan akan semakin ketat bagi mahasiswa yang berminat mengambil beasiswa perusahaan.

Inilah titik pasrah UNS pada bantuan yang mampu diberikan kepada mahasiswanya. Predikat UNS sebagai kampus ramah terhadap rakyat kecil tentu sangat dirindukan. Oleh karena itu sebuah keputusan bijak dari para pembuat kebijakan dan apa yang nantinya dilakukan BEM UNS dan BEM Fakultas setelah demonstrasi hardiknas patut ditunggu. Ada baiknya selagi menunggu APBN-P, rektorat bisa mengumpulkan keluhan dan alternatif yang dikemukakan mahasiswa, pun-BEM sebagai lembaga yang berfungsi sebagai advokator mahasiswa sepatutnya tetap eksis mengajukan alternatif terkait kebijakan tersebut. Namun dari hasil penelusuran, BEM menjawab akan menunggu sampai adanya kejelasan kuota saat Osmaru. Ada kemungkinan disini kasus klise ‘demo-tunggu-lupa’ akan terjadi. Selebihnya kembali pada konflik tuntutan serta pemenuhan. Karenanya kasus ini menjadi awal yang harus dikawal.

 

Be Sociable, Share!

Satu tanggapan untuk “UNS Pasrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *