UKT 4,1 Juta, Syita Pilih Mengundurkan Diri

lpmmotivasi.com-Syita, Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNS 2016, mengundurkan diri dari UNS karena tidak lolos seleksi beasiswa Bidikmisi. Setelah mengetahui namanya tidak ada pada SK Rektor Nomor: 601/UN27/HK/2016 terkait pengumuman mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, ia harus membayar UKT sebesar 4,1 juta. Syita mengatakan bahwa ia sangat berharap dapat diterima Bidikmisi, sebab menurutnya UKT UNS terlalu mahal. Ia sempat membandingkan dengan UKT di Universitas Jendral Sudirman (Unsoed) Purwokerto. “Di Unsoed, 4,1 juta itu masuk golongan 7,” ucapnya, Kamis (25/8).

Syita juga sempat bertanya ke pihak Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) terkait tidak diterimanya dia sebagai penerima beasiswa Bidikmisi, namun jawaban yang diberikan pihak Kesma menyarankan untuk bersabar dan menunggu keringanan UKT semester depan.

“Saya sudah berusaha bagaimana mencari tahu alur untuk advokasi ini, kalau cara ini menemui jalan buntu, terpaksa saya mengundurkan diri sebagai mahasiswa,” ungkapnya, Kamis (25/8).

Sutarno, Ketua Biro Kesma, mengatakan tidak hanya Syita yang tidak lolos seleksi beasiswa Bidikmisi. Pasca diterbitkannya SK Rektor terkait 1.200 mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, ada 10 orang yang datang dan protes ke Kesma. Pihaknya menyarankan untuk menghubungi bagian kemahasiswaan Fakultas masing-masing  dan mencari informasi beasiswa yang lain.

“Kesma di sini bukan sebagai pembuat kebijakan, semua di tangan pembuat kebijakan itu sendiri. Kami hanya bisa mempriotaskan mereka yang tidak lolos untuk mengganti mereka yang lolos tapi mengundurkan diri,” tutur Sutarno, Rabu (7/9).

Ketika pewarta lpmmotivasi.com mewawancarai Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNS, pihaknya justru melempar permasalahan ke program studi (Prodi). Sapta menginstruksikan agar prodi bisa mencarikan info beasiswa yang ada. “Kuota (Bidikmisi_red) sudah ditentukan. Apabila ada mahasiswa yang tidak lolos dan mengundurkan diri, maka dari Fakultas sampai sekarang belum bisa melakukan apa-apa,” jelasnya, Rabu (7/9).

Drs.Herimanto, M.Pd., M.Si, Kepala Prodi Pendidikan Sejarah, bercerita setelah ia bertemu dengan Syita, Herimanto menilai bahwa Syita memiliki niat yang kuat untuk tetap kuliah, namun besaran UKT yang harus dibayar serta orangtuanya yang hanya pensiunan PNS membuatnya memiliki niat mengundurkan diri. Melihat pokok permasalahan yang dihadapi Syita, Herimanto bersama dewan dosen Prodi Sejarah berniat untuk membantu Syita selama satu semester. “Untuk itu kami dari dewan dosen ingin mencoba menghubungi ia lagi untuk setidaknya membantu satu semester,” paparnya, Selasa (20/9).

Namun ketika dihubungi pada Jumat (30/9) via Whatsapp Messenger oleh  pewarta lpmmotivasi.com, Syita telah tidak masuk kuliah selama dua minggu. Ia berterimakasih kepada dewan dosen yang telah berniat membantunya, tapi setelah ia menanyakan pada orangtuanya di rumah, ayahnya tidak mengizinkan menerima bantuan itu.

Rudi_Soma

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *