Titik Terang Kebijakan PKM Tuntaskan Kebingungan Mahasiswa

SOLO, LPMMOTIVASI.COM- PKM merupakan salah satu program dari UNS yang bertujuan untuk melatih softskill mahasiswa UNS yang setiap tahunnya masih menjadi kebingungan.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah kegiatan di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi kepada mahasiswa. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Mardiyana,  menjelaskan bahwa PKM merupakan salah satu program yang sangat dianjurkan diikuti oleh mahasiswa karena dapat meningkatan keterampilan atau softskill, seperti  kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, percaya diri, dan lain-lain.

Salah satu mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling, Rani Mar’atul, yang mengikuti PKM mengatakan bahwa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dirasa penting karena dapat mengasah kemampuan di bidang kepenulisan. Selain itu juga sebagai langkah awal dalam persiapan menulis skripsi.

  “Menurut saya penting, karena itu dapat mengasah kemampuan kita di bidang kepenulisan. Selain itu kita bisa  prepare lebih awal mengenai skripsi, walaupun saya nanti gagal tidak apa apa, yang penting saya pernah mencoba karena pengalaman itu berharga bagi saya,” ujarnya melalui Whatsapp pada Selasa, (16/03).

 Mardiyana menambahkan, apabila mahasiswa mengikuti PKM hingga lolos tingkat nasional dan mendapat juara serta sesuai dengan bidang keilmuannya,  akan menperoleh banyak keuntungan. Yakni, dapat meningkatkan softskill, sangat mendukung percepatan kelulusan mahasiswa karena hasil PKM dapat direkognisi ke mata kuliah skripsi dengan nilai A tanpa ujian, digunakan untuk isian Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), dan memberikan kontribusi pada perangkingan universitas. Jika tidak sampai juara, mahasiswa wajib ujian skripsi dengan mengubah struktur penulisan laporan PKM sesuai dengan struktur penulisan skripsi. Meskipun dianjurkan, PKM tidak menjadi kewajiban dan tidak menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa UNS.

Mardiyana juga menjelaskan berkaitan dengan pengisian Sipsmart, bagi mahasiswa yang belum pernah mengikuti PKM tidak perlu mengisi dan tidak perlu mengganti dengan program lain.

“Jika belum pernah ikut PKM tidak perlu mengisi dan tidak perlu mengganti. Hanya kontribusi mahasiswa untuk kepentingan institusi kurang, demikian juga mahasiswa tidak punya pengalaman mengikuti PKM,” tutur Mardiyana.

Mahasiswa FKIP dalam penyusunan PKM, sangat disarankan  untuk dapat berkolaborasi dari berbagai multi disiplin ilmu. Agus Tri Susilo, dosen program studi Bimbingan dan Konseling menjelaskan bahwa beberapa skema PKM mempersyaratkan wajib lintas bidang ilmu, untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan mahasiswa menguasai kompetensi tambahan. Hanya untuk kepentingan skripsi perlu disesuaikan dengan bidang ilmu masing-masing.

PKM menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa, tetapi di sisi lain tenyata masih ada mahasiswa yang kebingungan dan kesusahan saat mencari kelompok. Kebingungan ini dirasa oleh Karina Risa selaku mahasiswa program studi Pendidikan Kimia mengenai pembentukan tim PKM.

 “Di awal – awal udah semangat gitu ya, tapi pas cari kelompok susah dan engga nemu,” ujarnya melalui Whatsapp pada Senin, (15/03) .

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP, Alqis Bahnan, saat ditanya mengenai usaha BEM dalam mewadahi mahasiswa FKIP yang ingin bekerja sama dengan prodi lain ia  mengatakan bahwa suatu keinginan untuk mewadahi hal tersebut pasti ada. Tetapi BEM harus berkolaborasi terutama dengan UKM Lingkar Studi Pendidikan (LSP).

 “Kalau keinginan itu pasti ada, tetapi kita harus berkolaborasi terutama dengan teman – teman dari UKM Lingkar Studi Pendidikan (LSP). Karena secara tidak langsung teman – teman UKM LSP lah yang lebih paham terkait PKM itu sendiri,” ujarnya melalui Whatsapp pada Minggu, (21/03).

Hanifah_

Alifa_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *