Tidak Menemukan Solusi, Buntut Permasalahan BEM UNS dan FKOR Memanjang

Buntut Permasalahan FKOR dengan BEM UNS semakin panjang setelah kasus piala rektor. Salah satu penyebabnya menjadikan FKOR tidak ikut serta dalam PEMILU UNS.

FKOR UNS membuat pernyataan di akun instagram yang menolak mengikuti Pemilu BEM UNS. Pernyataan ini disertakan dengan empat sikap. Diantaranya ketidaksertaan dalam Pemilu, tidak mengakui/percaya KPU, BEM, DEMA, kekecewaan terhadap diskriminasi oleh BEM UNS serta BEM Fakultas, dan tidak ada itikad baik BEM UNS terhadap pimpinan FKOR UNS terkait aksi saat Piala Rektor.

Salah satu syarat Pemilu BEM UNS adalah menunjukkan KARMAS (Kartu Mahasiswa), namun FKOR tidak mengeluarkannya. Muhammad Ilham Nurrahman, mahasiswa semester 6 jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Kepelatihan olahraga melalui voice note via WhatsApp (21/2) menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak BEM atas aksi yang dilakukannya.

‘’Kami rekan-rekan FKOR tidak memberikan KARMAS yaitu sebagai bentuk tindak lanjut kekecewaan kami atas aksi yang dilakukan oleh teman-teman BEM yang mengatasnamakan pada saat itu aliansi BEM se-UNS terhadap kegiatan teman-teman FKOR saat itu, yaitu Piala Rektor Tenis Lapangan.’’

Aksi yang dilakukan BEM Universitas dan beberapa BEM Fakultas di kegiatan tersebut berimbas kepada nama baik FKOR UNS selaku penyelenggaranya. Karena itu BEM yang terlibat pada saat itu bersama-sama mengajukan permintaan maaf melalui akun Instagram mereka masing-masing. Namun FKOR tidak menerima permintaan maaf ini. Mereka menuntut BEM yang terlibat untuk datang dan meminta maaf secara langsung.

Permintaan maaf yang diposting di sosial media tersebut dinilai Ilham hanya ditujukan untuk rekan-rekan panitia dan teman-teman mahasiswa FKOR. Sedangkan FKOR sendiri bukan hanya terdiri dari mahasiswanya, melainkan juga civitas akademika seperti pimpinan kampus.

Ilham menyebut bahwa rekan-rekan BEM pernah hadir di FKOR atas permintaan mereka. Tapi kehadiran mereka hanya untuk mengklarifikasi masalah ini sebagai salah paham dan lagi-lagi meminta maaf untuk para mahasiswa. Setelah itu, BEM universitas beranggapan bahwa masalah ini telah selesai.

‘’Kami, rekan-rekan FKOR bahwasanya itu belum selesai, mereka tidak hanya nemuin kita tapi juga harus nemuin pimpinan kampus atau pimpinan FKOR, yang tersakiti dan merasa kecewa itu bukan hanya mahasiswa tapi civitas FKOR pun juga merasa kecewa dengan apa yang dilakukan BEM pada saat itu,’’ lanjut Ilham.

Ilham mengatakan bahwa selama 1 periode kepengurusan, komunikasi antara BEM Universitas dengan BEM FKOR sangat minim.

‘’Ada, tapi bisa dihitung jari. Dan itu bisa dipastikan cuma waktu bayar UKT, membahas keringanan UKT, selain itu yo udah. Ndak ada lagi komunikasi. Jadi, ndak ada benefitnya untuk kita, di FKOR,’’ tegasnya.

Sampai hari ini, masih belum ada tindakan lanjut atau itikad baik dari BEM Universitas. Jika masih belum ada tindakan dari BEM Universitas untuk permintaan maaf kepada pimpinan kampus, maka FKOR sah-sah saja untuk tidak mengikuti atau melakukan penolakan terhadap BEM UNS sebagai bentuk kekecewaan. Ilham menegaskan bahwa FKOR tidak tergantung dan bergantung kepada BEM Universitas.

‘’Tuntutan dari rekan-rekan FKOR hanya satu, yaitu rekan-rekan BEM sowan kembali ke FKOR untuk bertemu dengan civitas akademik untuk melakukan permintaan maaf. Kami berharap sangat kepada rekan-rekan BEM Universitas untuk sowan kembali untuk bertemu dengan pimpinan kampus FKOR dan civitas akademik FKOR.’’ Kata Ilham terkait tuntutan FKOR kepada BEM Universitas.

Ilham berharap di tahun 2022 ini FKOR dapat mencetak lulusan-lulusan yang dapat bersaing dengan dunia luar, lebih berkembang lagi, mahasiswanya lebih berprestasi di bidang akademik maupun keolahragaan, peminatnya semakin banyak, menjadi fakultas favorit, fasilitas yang lebih lengkap, dan semakin jaya.

BEM UNS sendiri menilai permasalahan ini sangat tidak ideal, seperti yang disampaikan oleh Zakky Musthofa Zuhad mahasiswa ilmu hukum yang menjabat sebagai Ketua BEM UNS periode 2021 melalui telepon (22/2), menyampaikan bahwasanya kondisi ini sangat tidak ideal seharusnya seluruh komponen mahasiswa dapat saling guyub rukun. Diri nya tidak menyangka bahwa permasalahan ini akan terus bergulir hingga ke ranah pemilu yang diselenggarakan oleh BEM UNS.

Sejauh ini BEM UNS telah beritikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan meminta maaf melalui postingan instagram BEM UNS, serta melakukan pertemuan dengan pihak FKOR. Pertemuan antara BEM UNS dengan FKOR berlangsung sebanyak dua kali, pertemuan dilakukan pada bulan November.

Pertemuan ini semata-mata tidak hanya memenuhi tuntutan FKOR tapi juga menjadi langkah yang ditempuh oleh BEM UNS agar permasalahan segera berakhir. Karena tentu saja BEM UNS tidak ingin permasalahan ini menjadi lebih rumit.

Menurutnya BEM UNS sudah memenuhi tuntutan dari FKOR untuk minta maaf dan mengadakan pertemuan serta saling klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di kedua pihak. Selain itu Zakky selaku ketua BEM UNS periode 2021 pun telah menghubungi beberapa pihak civitas akademika FKOR untuk meminta maaf. 

Namun pada kenyataannya masih terdapat pihak-pihak yang sentimental dengan kondisi ini bahkan hingga muncul gerakan penolakan pemilu dan pernyataan bahwa pemilu yang diselenggarakan BEM UNS tidak sah. Disisi lain BEM UNS menilai bahwa pemilu tahun ini sah-sah saja karena sudah sesuai dengan persyaratan.

Sehubung dengan hal tersebut BEM UNS pun akhirnya memilih untuk tidak lagi membahas masalah ini dan lebih baik saling introspeksi diri. Karena menurut BEM UNS permasalahan ini sudah beres dan sudah selesai. BEM UNS memilih untuk fokus kembali bekerja pada tugas masing-masing.

Hasil kerja gemilang yang sudah dicapai BEM UNS selama periode 2021 di antara lain adalah keberhasilan BEM UNS dalam mengembalikan SK jalur mandiri. BEM UNS juga berkontribusi pada FKOR yang mana telah membantu beberapa mahasiswa FKOR untuk dikomunikasikan dengan IKA UNS (IKatan Alumni) agar dibantu dalam pembiayaan UKT-nya. Terakhir Zakky  sebagai mantan ketua BEM UNS periode 2021 berharap agar seluruh pihak, khususnya BEM UNS dan FKOR dapat guyub rukun dan harmonis seperti dulu lagi.

Guntur_

Murti_

Sumber : Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.