Standarisasi Menghapus Keragaman

Kita mengenal seragam dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga di bangku kuliah. Seragam merupakan standarisasi agar tidak ada kecemburuan sosial. Dalam hal lain, seragam juga kebanggaan sebuah instansi atau kelompok yang ada. FKIP pun sudah memberlakukan keseragaman berpakaian pada hari Senin dan Selasa dengan alasan agar sesuai dengan visi FKIP. Hal tersebut menjadi pro dan kontra dikalangan mahasiswa yang menginginkan keberagaman.

Akhir-akhir ini organisasi mahasiswa (ormawa) dikagetkan dengan penyeragaman sertifikat kegiatan yang dikeluarkan oleh ormawa FKIP UNS. Sertifikat yang diberikan kepada peserta kegiatan seminar, loka karya atau kegiatan lainnya harus diseragamkan. Sertifikat dikeluarkan oleh pihak fakultas melalui Information and Communication Technology (ICT) Center sebagai pengelola. Padahal sebelumnya, ormawa FKIP mengelola sertifikat kegiatannya secara mandiri dengan caranya masing-masing.

Sayangnya, kebijakan fakultas ini tidak disertai dengan kemudahan bagi ormawa. Untuk mendapat sertifikat, setiap ormawa harus menempuh jalur administrasi yang rumit. Selain itu ormawa juga harus membayar seharga Rp.1500/lembar sertifikat. Padahal idealnya sertifikat ini harus sudah ada pasca kegiatan berlangsung. Peserta dibuat menunggu hak yang telah ditawarkan panitia kegiatan.

Ini bukan masalah baik atau buruknya kebijakan ini. Pihak fakultas pasti telah mempertimbangkan secara matang sebelum membuat kebijakan ini. Namun, jika sekarang seperti ini apakah nanti akan tetap diminati acara-acara yang dibuat di FKIP? Dengan peta administrasi yang rumit ditakutkan para aktivis ormawa maupun UKM akan semakin kehilangan semangat untuk mengadakan kegiatan untuk mahasiswa. Padahal yang ditakutkan adalah akan sedikit kegiatan–kegiatan intelektual yang ada di kampus dan itupun tidak lebih berkualitas dari yang sudah ada sebelumnya. Dan pertanyaannya, kebijakan apalagi yang harus kita (mahasiswa-red) turuti setelah ini? Tanpa ada public hearing terlebih dahulu.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *