Simpang Siur Pembagian Jas Almamater

Selasa (3/9). Pada kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (OSMARU) UNS hingga dimulainya kegiatan perkuliahan, mahasiswa baru belum mendapatkan jas almamater sebagai identitas mereka. UPL sebagai unit pengadaan semacam itu pun tidak mengetahui pasti kapan jas akan dibagikan. Kepala UPL, Wasis, mangatakan “Kami hanya sebagai pelaksana teknis. Ketentuan dan kebijakan turunnya dari atasan (rektor-red). Kemarin tentunya mahasiswa sudah dapat sms penundaan dari pusat mungkin ini terkendala oleh teknis, untuk masalah kapan jadi dan dibagikannya saya tidak dapat berkomentar.” Ungkap Wasis tanpa memerinci kendala tersebut.

Beberapa mahasiswa pun merasa kebingungan, seperti yang diungkapkan oleh salah satu mahasiswa baru FKIP UNS, Faozan, bahwa meskipun telah diberi pengumuman akan keterlambatan jas almamater dari BEM FKIP UNS, ia mengaku masih kebingungan karena pada surat undangan kegiatan disyaratkan untuk memakai jas almamater. “Itu membuat bingung kita, sehingga tidak sejalan dengan keadaan yang ada. Terus belum ada pemberitahuan tentang itu, lha jasnya aja belum jadi,” ungkapnya.

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Mahasiswa Baru dari Fakultas Hukum, Intan, baginya jas almamater merupakan identitas mahasiswa. “Pada kegiatan pertama (wsc biolo) hingga muncul kegiatan-kegiatan lain, kami cuma pakai putih-putih untuk atas bawah jadi kesannya polos mungkin jadi mirip perawat semua tapi pas hari ketiga di Fakultas pakai kaos polo,” Intan mengaku ia merasa iri dengan teman-teman universitas lain yang sudah bangga (sewa mobil solo / rental mobil solo) menggunakan identitasnya sedangkan dirinya belum. “Apalagi katanya masalah ini sudah masuk ke salah satu media dan itu juga membuat citra pelayanannya kurang.” Tandasnya.

Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian, Laila, mengatakan “Dengan keterlambatan jas almamater ini yang seharusnya tanggal 17-18 Agustus diundur oleh pihak Universitas dan tidak jelas kepastiannya kapan.” Ujarnya. Laila mengatakan bahwa FP menyediakan alternatif lain untuk menggantikan jas almamater yang belum jadi. “Kalau biasanya memakai jas untuk kegiatan-kegiatan, kemarin itu membeli kaos dan slayer seharga Rp. 20.000 untuk setiap anak,” tambahnya.

Laila berharap agar jas almamater segera(jasa website solo) dibagikan, “apalagi ini pertama kali pembagian jas almamater diundur dan kami juga tidak merasa rugi tapi kami juga butuh kebanggaan yang sama dengan mahasiswa luar UNS juga dengan mengenakan jas.” Tambahnya.

 

_Nurman

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *