SAAT PENAMPILAN KAMI, DIAMBIL ALIH OLEH “MEREKA”

Hijab, cadar, dan gamis diidentikkan sebagai busana yang digunakan oleh kaum perempuan muslim. Walau penilaian seorang perempuan muslim bukan hanya mereka yang memakai hijab atau jilbab tetapi yang tidak memakainya pun jika dia terlahir dengan beragama islam maka dia tetap disebut seorang muslim. Perempuan muslim yang berbusana seperti diatas ingin melindungi diri mereka agar terjauh dari pelecehan seksual. Walau kenyataan di lapangan terkadang tidak mudah, karena yang tertutup rapi masih saja mengalami orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, saat ini di Indonesia maupun di negara lain dengan maraknya kasus terorisme, seringkali mengkait-kaitkan mereka yang bercadar sebagai teroris. Ini pasti membuat hati dan juga kehidupan para perempuan muslim yang bercadar menjadi tidak tenang. Selain kasus terorisme, saat ini yang menjadi isu panas di telinga orang Indonesia adalah fenomena cross hijabers.

Fenomena cross hijabers sendiri adalah keadaan dimana seorang laki-laki tulen memakai atribut atau pakaian muslim yakni memakai gamis, jilbab beserta cadar. Sehingga para oknum ini tidak terlihat sebagai seorang pria, karena berpakaian menyerupai perempuan. Selain berpakaian menyerupai perempuan mereka juga berkumpul dengan wanita-wanita lain misalkan di masjid, mengikuti pengajian muslimah, hingga masuk kedalam toilet perempuan. Tidak berhenti di situ, oknum tersebut bahkan sampai berani berpegangan tangan dan memeluk perempuan-perempuan yang ada disekitar mereka.

Menurut saya tidak hanya sebagai seorang muslim tetapi juga sebagai seorang perempuan, fenomena seperti ini sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan dan kenyamanan perempuan lebih tepatnya. Bagaimana tidak, para perempuan sudah berusaha untuk menjaga diri. Akan tetapi selalu ada jalan lain bagi laki-laki yang tidak bertanggung jawab membuat rasa nyaman dan aman perempuan menjadi terganggu. Ini bukan masalah ringan yang dapat terselesaikan dengan menangkap pelaku lalu di beri sanksi. Hal itu bukan penyelesaian jangka panjang. Jika pelaku sudah memiliki kesenangan tersendiri terhadap pakaian maupun penampilan menyerupai perempuan, hal itu akan sulit untuk dihilangkan. Hal tersebut bisa dianggap sebagai sebuah kelainan. Fenomena ini membuat perempuan akan selalu was-was dan di hantui rasa khawatir. Saat mereka mungkin merasa lebih nyaman diantara perempuan lain akan tetapi diantara perempuan tersebut terselip perempuan jadi-jadian.

Bukan hanya soal hukum yang di permasalahkan. Akan tetapi bagaimana mengembalikan jati diri seorang laki-laki menjadi laki-laki yang seharusnya. Berawal dari penampilan yang mereka sukai akan meluas pada sifat dan sikap. Jalan rehabilitasi mungkin bisa di ambil, mereka yang bertindak sebagai pelaku melakukan hal itu bukan karena iseng akan tetapi ada suatu kelainan dalam diri mereka. Mungkin saja hal itu mereka lakukan tidak hanya sekali tapi jauh sebelum ketahuan sudah berkali-kali, dengan kepintaran mereka menyembunyikan hal tersebut. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti juga akan jatuh, mungkin hal itu yang cocok untuk mereka saat ini. Proses rehabilitasi dengan disediakan fasilitas oleh pemeritah dibantu dengan dukungan keluarga serta masyarakat maka proses pemulihan akan berjalan lebih mudah. Menciptakan rasa aman tidak semata-mata hanya bagi kaum perempuan lebih khususnya tetapi juga masyarakat secara umum. Mereka yang sakit jangan di jauhi, tetapi kita tetap menjadi teman ataupun jadi obat bagi mereka. Tidak hanya melulu menyalahkan satu pihak tetapi saling intropeksi dan merangkul untuk menciptakan rasa aman dan menghilangkan negatif thingking di antara jutaan pikiran. Indonesia perlu rakyat yang cerdas dalam berbicara dan bertindak, tidak hanya berteriak tanpa makna. Kita ciptakan rasa aman bagi para perempuan di Indonesia hingga dunia dengan menjaga rasa hormat mereka dan menghargai mereka. Perempuan pun juga harus bisa menjaga dan menghargai diri sendiri.

 

Fitroh Nur Fauziah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *