Regenerasi Ormawa di Masa Pandemi

AK-47, FKIP UNS- Dampak pandemi Covid-19 turut merambah pada kegiatan organisasi mahasiswa (ormawa) yang salah satunya terkait regenerasi. Kondisi ini memaksa ormawa untuk menyusun strategi demi kepengurusan selanjutnya.

Pandemi Covid-19 memberi dampak dan perubahan di segala lini kehidupan. Covid-19 menyebar dengan cepat dari satu manusia ke manusia lain. Oleh karena itu, kegiatan yang sebelumnya dilakukan offline kini berubah menjadi online, termasuk kegiatan ormawa khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Segala kegiatan ormawa diimbau agar dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring). Hal tersebut juga diungkapkan oleh Budi Waluyo selaku pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Peron FKIP UNS.

“Mau tidak mau kita harus menerima kondisi seperti ini sehingga aktivitasnya menyesuaikan, wong bertemu antar anggota saja sulit apalagi melakukan pementasan di mana pegiat seni dan penonton saling bertemu,” ujar Budi (18/9). Ia juga mengungkapkan sulitnya melakukan pertemuan yang berdampak pada kegiatan organisasi di FKIP UNS.

Salah satu yang terdampak, yaitu terkait regenerasi ormawa yang sangat vital bagi keberlangsungan organisasi ke depannya. Arroyani, salah satu pengurus dari UKM Teater Peron mengungkapkan bahwa perekrutan anggota baru sulit dilakukan pada masa pandemi. “Pada masa pandemi ini sangatlah rawan dan sangat mempersulit perekrutan anggota baru, tapi selaku pengurus akan berusaha optimal dengan peluang yang ada,” ungkap Arroyani.

Di sisi lain, Dhiah Nur Cahyani selaku Ketua Bidang Kaderisasi Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ganesha menuturkan bahwa kegiatan perekrutan anggota baru di masa pandemi tetap berlangsung. Hal tersebut dimaksudkan agar organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak melenceng jauh dari timeline tahunan yang telah ditentukan. Dhiah menambahkan bahwa pelaksanaan reorganisasi kali ini memiliki sistem yang berbeda dengan reorganisasi sebelumnya. “Kegiatan reorganisasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai media, misal Instagram dan Web untuk menginformasikan timeline perekrutan anggota baru, video call WhatsApp atau Google Meet sebagai media wawancara serta harus mengumumkan hasilnya secara online juga,” tambah Dhiah.

Senada dengan Dhiah, Dadan Adi Kurniawan selaku pembina HMP Ganesha mengungkapkan  bahwa kegiatan dari ormawa khususnya di FKIP UNS memang mayoritas beralih dari tatap muka ke daring. Hal itu dikarenakan sangat riskan apabila melakukan kegiatan tatap muka. “Sebagai pembina tentunya saya memiliki tanggung jawab besar tidak hanya kepada kampus, tetapi juga kepada kesehatan daripada anggota HMP. Lagi pula kegiatan pembelajaran langsung pun ditiadakan dan dialihkan ke daring sehingga sudah sepantasnya kegiatan-kegiatan turunannya seperti pendaftaran anggota UKM maupun diklat (pendidikan dan pelatihan) harus mengikuti,” ujar Dadan.

Hal tersebut didukung pula oleh Djono selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNS yang mengungkapkan pentingnya kaderisasi untuk kepengurusan satu tahun di dalam Ormawa. Menurutnya, regenerasi memiliki peran penting sebagai komposisi antara senior dan junior di samping perlunya sosialisasi mengenai organisasi. Ia menambahkan, meski kegiatan Ormawa terhambat oleh pandemi, tetapi sebagai mahasiswa harus dapat memanfaatkan media komunikasi sebagai salah satu terobosan. “Kegiatan pada koridor kemahasiswaan harus tetap positif, produktif, dan mencari terobosan,” tutur Djono.

Alam_

Febita_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *