Pitch Perfect, dari Perbedaan Menjadi Satu Nada

Film ini mengisahkan tentang seorang gadis yang bernama Beca Mitchel (Anna Kendrick) yang baru memasuki bangku perkuliahan di Universitas Barden. Universitas Barden tengah mengadakan penerimaan mahasiswa baru. Pada saat masa penerimaan mahasiswa baru ini banyak kegiatan ekstrakurikuler dan non ekstrakurikuler yang dipamerkan, termasuk beberapa grup acapella di kampus ini. Dua grup acapella yang paling dan terkenal adalah Treble Makers dan Barden Bella. Keduanya pernah mengikuti final di ajang ICCA. Kedua grup tersebut sedang mencari anggota-anggota baru yang memiliki suara emas agar dapat bergabung dengan grup acapellanya.

Sosok Beca Mitchel yang menjadi tokoh utama dalam film ini adalah seorang gadis yang memiliki impian untuk pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat demi mengejar impiannya menjadi seorang DJ (disc jockey). Sayangnya, ia justru terjebak masuk kuliah dengan jurusan yang bukan sesuai dengan minatnya dan menjadi salah satu mahasiswi di Barden University akibat paksaan dari ayahnya (Jhon Benjamin Hickey) yang merupakan dosen sastra di kampus itu.

Tak sengaja Beca bertemu dengtan Chloe (Brittany Snow), salah satu member Barden Bellas yang menyadari bahwa Beca meiliki suara yang bagus untuk masuk di grup acapellanya. Kemudian Chloe meminta Beca untuk mengikuti audisi perekrutan anggota baru the Barden Bella. Beca awalnya menolak karena dia merupakan sosok orang yang cuek. Tiba saatnya audisi pemilihan anggota dua grup acapella terbesar di Universitas Barden yaitu Barden Bella dan Treble Makers. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti seleksi ini. Ketika seleksi sudah hampir selesai, Beca Mitchell yang awalnya sempat ragu untuk mengikuti audisi ini akhirnya datang dan pada pengumuman akhir Becca pun lolos bersama dengan tujuh anggota baru lainnya yanng lolos.

Beca Mitchel yang awalnya tidak menyukai kuliah karena ayahnya yang tidak mengijinkannya untuk menjadi seorang DJ, akhirnya mulai bisa menikmati hari-harinya di perkuliahan dan menjadi salah seorang anggota dari Barden Bella. Keterlibatan Beca Mitchell di Barden Bella membuat ketua dari Barden Bella (Anna Camp) tidak menyukainya karena gayanya yang sangat cuek dan pernah membuat kesalahan saat konser perdana dengan membuat usical yang tidak sesuai. Selain itu juga karena kedekatannya dengan Jasse Swason (Skular Astin) salah seorang anggota TrebleMakers.Namun pada akhirnya Barden Bella dapat meraih juara karena dipilihnya Beca Mitchell sebagai ketua dan kisah usical Beca bersama Jesse pun berlanjut sehingga tidak ada lagi perpecahan antara Barden Bella dan TrebleMakers.

Kelebihan dalam film ini yaitu banyaknya musical dan terkadang dicampur dengan adanya dance yang tidak bosan dalam menonton film ini. Banyaknya humor dan canda dalam film ini menambah daftar kelebihan dalam film ini. Cerita tentang berbagai sifat  mahasiswa pada film ini sangat natural. Dan banyaknya lagu-lagu musikal dalam film Pitch Perfect. Kekurangan dalam film ini yaitu banyak sekali tokoh dan tidak dijelaskann masing-masing tokoh tersebut sehingga penonton terkadang keliru dengan tokoh tersebut. Misalnya tokoh A merupakan anggota kelompok A atau B.

Saya sangat merekomendasikan untuk menonton film ini bersama keluarga ataupun sahabat karena tidak terlalu banyak mengenai percintaan melainkan lebih bercerita tentang kepada cita-cita dan persahabatan. Film ini di lengkapi dengan drama usical sehingga penonton tidak akan bosan melihatnya dan bahkan mungkin akan ikut bernyanyi pula. Karena lagu yang digunakan merupakan lagu yang sedang digandrungi anak muda saat ini. Banyak sekali pesan – pesan yang dapat diambil dari film “Pitch Perfect” ini misalnya dengarkan pendapat orang lain dan hargailah pendapat tersebut, ataupun  coba sesuatu yang baru dalam hidupmu siapa tau kamu jatuh cinta pada hal tersebut. Film ini juga mengajarkan kepada kita agar selalu bekerja sama, apapun masalahnya, seberat apapun masalahnya akan terselesaikan bila kita bekerja sama, tidak mementingkan ego masing – masing individu. Jika kita mementingkan diri sendiri, kita akan dikucilkan dari kelompok kita dan akan mengalami masalah tanpa ada yang menolong. Banyak sekali pesan moral yang disampaikan oleh film ini, jadi tunggu apa lagi? Segera tonton filmnya!

 

Imrorul Hidayati

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *