Pers Release: Workshop Biopori “Pengelolaan Sampah Organik Melalui Lubang Resapan Biopori”

 

 

Gambar 1 Praktik Pembuatan Lubang Resapan Biopori
oleh Masyarakat Bersama Tim KKN UNS

Gambar 2 Penyerahan Alat Bor Biopori dari Tim KKN UNS
kepada pihak Desa Karangduwet

 

Minggu, (09/02/20) – Workshop pembuatan lubang resapan biopori dilaksanakan di Balai Desa Karangduwet, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul dengan pengisi acara tim KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Memperhatikan kondisi Desa Karangduwet dimana mayoritas penduduknya adalah petani serta rumah-rumah penduduk yang memiliki halaman cukup luas, tim KKN UNS yang beranggotakan sembilan mahasiswa berinisiatif untuk mengusung program kerja dengan judul “Workshop Biopori” sebagai pembelajaran kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga sehingga sampah tersebut tidak terbuang sia-sia bahkan dapat berguna bagi masyarakat.
Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal kedalam tanah sebagai metode resapan air, sekaligus sebagai tempat penghasil kompos dimana lubang tersebut nantinya akan diisi menggunakan sampah organik yang dapat berupa sampah rumah tangga, sampah dapur, maupun sampah sisa tanaman. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang biopori ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya menciptakan pori-pori dalam tanah.

Biopori dapat mengubah sampah organik menjadi kompos. Pengomposan sampah organik ini mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang dapat meningkatkan kandungan gas rumah kaca di atmosfer. Setelah proses pengomposan selesai, kompos ini dapat diambil dari biopori untuk diaplikasikan ke tanaman. Biopori juga dapat meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan sekitar. Hanya dengan peralatan sederhana berupa alat bor biopori, pipa, dan sekop, masyarakat dapat mendapatkan manfaat yang begitu besar, sehingga program kerja “Workshop Biopori” ini dirasa tepat sasaran dan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pengajaran baik teori maupun praktik pembuatan lubang resapan biopri kepada peserta yang dihadiri oleh Perangkat Desa Karangduwet dan masyarakat Desa Karangduwet. Hadirin sangat antusias menyimak dan mengikuti serangkaian kegiatan workshop di Balai Desa Karangduwet ini. Kegiatan tersebut juga didukung oleh kehadiran beberapa Kepala Dusun dan Perangkat Desa sehingga nantinya dapat direalisasikan sebagai salah satu program bagi masyarakat Desa Karangduwet.

Dengan dilaksanakannya program kerja “Workshop Biopori”, tim KKN UNS mengharapkan bertambahnya wawasan masyarakat terkait lubang resapan biopori dan adanya pengembangan secara berkelanjutan sebagai suatu alternatif teknik pengelolaan sampah yang hasilnya cukup bermanfaat bagi lingkungan masyarakat desa Karangduwet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *