Pernyataan Sikap BEM SV UNS Tanggapi ‘Glorifikasi’ Bebasnya Saiful Jamil

Berangkat dari keresahan kami, BEM SV UNS, berusaha memantik Lembaga Masyarakat dan organisasi lainnya untuk turut serta mengecam fenomena Saipul Jamil dan juga lebih peduli terhadap kasus kejahatan seksual di luar sana

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) menanggapi fenomena glorifikasi bebasnya Saiful Jamil yang terjerat dalam kasus pedofilia dan pelecehan seksual dengan mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap. Menurut Dessy Latifatul Laila selaku Presiden BEM SV mengatakan bahwa fenomena ganjil ditengah masyarakat yang memperlakukan Saipul Jamil seperti pahlawan hal ini dianggap tidak pantas.

 “melihat fakta mengenai fenomena ganjil yang terjadi ditengah masyarakat di masyarakat yang malah memperlakukan SJ layaknya pahlawan sangat tidak pantas, sehingga membuat kami juga punya kewajiban sosial untuk berani bersikap,” ujarnya.

Didalam pernyataan sikapnya BEM SV UNS mengajak masyarakat dari berbagai golongan untuk bersama-sama memboikot pelaku kejahatan seksual tampil di muka publik dan juga mengajak masyarakat untuk tidak menonton acara yang hadirkan pelaku pedofilia dan kejahatan seksual. Pihak BEM SV UNS akan terus mengawal perkembangan fenomena yang terjadi dengan tujuan dapat mengedukasi masyarakat sehingga sadar bahwa segala tidak kejahatan seksual harus kita berantas hingga tuntas.

Harapan dari diterbitkan surat pernyataan sikap ini membuat masyarakat utama nya kita mahasiswa itu untuk sadar bahwa kita juga harus peduli dengan kasus kejahatan seksual, kita harus bersama-sama menumpas habis kasus-kasus kejahatan seksual, agar hal semacam ini tidak terulang lagi karena akan memicu trauma dari korban. Selain itu diharapkan baik masyarakat, maupun KPI dan seluruh stasiun televisi di Indonesia dapat selalu bersikap tegas saat terdapat kasus pelecehan terkhusus pada kasus anak di bawah umur. Tidak peduli pelaku merupakan tokoh di Indonesia tapi melihat dari perbuatan yang dilakukannya, harus kita tumpas habis, sehingga tidak ada kesempatan kedua untuk pelaku kekerasan seksual di muka publik.

Sementara itu, Bima, selaku mahasiswa Vokasi Universitas Sebelas Maret juga berkomentar mengenai hal tersebut.

 ”Saya sebagai mahasiswa SV mengapresiasi langkah BEM SV atas surat pernyataan yang dikeluarkan oleh BEM SV, itu artinya BEM SV memiliki kepedulian sosial terhadap isu terkini”, ujar Bima.

Kembalinya Saiful Jamil di dunia pertelevisian membuat kaget sebagian masyarakat Indonesia. Terlebih saat penyambutan yang tidak sewajarnya ketika ia keluar dari penjara membuat masyarakat Indonesia terheran-heran. Bima mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Saiful Jamil sangat tidak layak karena sudah membuat korban trauma.

 “Saya sangat mengutuk apa yang dilakukan oleh Saiful Jamil. Apa yang dilakukan SJ sangat keji, saya berharap SJ setelah keluar dari penjara mendapat sanksi sosial sehingga tidak ada kasus seperti ini ke depannya”, ungkap Bima.

Memang, kembalinya Saiful Jamil sedikit membuat kita terkejut, mengingat kasus berat yang telah ia lakukan beberapa tahun silam. Bima juga berharap semoga KPI lebih objektif lagi dan lebih bijaksana.

Adi_

Amar_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *