Pentas Produksi Kelompok Peron Surakarta yang Bertajuk “Ijen” Berhasil Terlaksana Setelah Satu Tahun Tertunda

Dalam rangka perayaan hari ulang tahun yang ke-35, Kelompok Peron Surakarta menggelar pentas produksi yang berjudul “Ijen”. Pentas ini dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Maret 2022 di Aula Gedung F Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. 

Pentas produksi Kelompok Peron Surakarta yang bertajuk “ Ijen” kali ini disutradarai oleh Ihsan Roh. Dalam bahasa Indonesia, Ijen berarti sendiri. Sejalan dengan arti tersebut, pentas ini menceritakan kesendirian yang dialami para tokoh dalam ceritanya.

Tokoh dalam cerita ini diantaranya adalah Yu Ginah, Pak Ranto, Lik Panjul, Yu Genjik, Mas Pras, Angger, Mbak Linda, Ajeng, dan Rodin yang menampilkan masing- masing karakter dengan penjiwaan yang membawa penonton tenggelam ke dalam ceritanya.

Zevika selaku pimpinan produksi menyatakan bahwa setiap tokoh dalam cerita merasakan  kesendirian dalam hidupnya.“Seperti Yu Genjik yang sudah tidak punya suami, Lek Panjul yang hidup sendiri, hingga Yu Ginah yang akhirnya tersisa seorang diri karena temannya satu per satu pergi, setiap tokoh merasakan kesendirian dan merasa sepi dalam hidupnya,” ujar Zevika pada Rabu (30/03).

Pentas produksi ini telah dipersiapkan selama kurang lebih satu tahun dengan suka duka yang mewarnai di setiap prosesnya. “Banyak kesan yang dirasakan dalam mempersiapkan pentas ini, salah satunya perasaan senang dan menikmati juga, karena saya memang suka dalam dunia seni peran,” ungkap Zevika.

Zevika menambahkan bahwa dalam proses persiapan tentunya tak luput dari kendala yang harus dihadapi. “Seharusnya pentas ini diselenggarakan tahun lalu tapi karena ada PPKM jadi diundur, ditambah bertabrakan dengan jadwal berbagai proker sehingga tambah mundur hingga baru terlaksana sekarang,” tuturnya.

Meskipun demikian, pentas ini telah mengundang daya tarik mahasiswa UNS untuk menyaksikan, salah satunya adalah Chaterine, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika angkatan 2021.

“Awalnya iseng karena banyak yang promosi di story WhatsApp jadi penasaran mau nonton, dan ternyata ceritanya keren banget bikin merinding,” ujar Chaterine.

Pencahayaan, musik, vokal, hingga kualitas seni peran yang ditampilkan setiap pemeran menjadi faktor pendukung yang membuat pentas tersebut berhasil terlaksana. 

Chaterine menyatakan bahwa terdapat banyak pesan yang dapat diambil dari pentas tersebut. “Ada nilai pertemanan, kekeluargaan, dan banyak cerita hidup yang ternyata masih relate di zaman sekarang,” tuturnya.

Zevika selaku pimpinan produksi pada pentas kali ini berharap agar kedepannya Kelompok Peron Surakarta dapat terus mengembangkan diri di bidang kesenian dan lebih banyak menghasilkan karya yang berkualitas.

Zara_

Kezia_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.