Pendidikan Sepanjang Hayat

 

Perbuatan manusia secara wajar dan alamiah yang prosesnya tidak selalu memerlukan kehadiran guru, pamong, atau pendidik adalah pendidikan sepanjang hayat (Delker: 1974).

Manusia adalah makhluk yang tumbuh dan berkembang. Ia ingin mencapai suatu kehiduan yang optimal. Selama manusia ingin meningkatkan kehidupan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, maka selama itulah pendidikan masih berjalan terus. Pendidikan yang masih berjalan terus itulah yang disebut pendidikan sepanjang hayat (life long education). Pendidikan sepanjang hayat adalah sistem pendidikan yang dilakukan oleh manusia ketika lahir sampai meninggal dunia.

Menurut saya, melalui pendidikan sepanjang hayat inilah, manusia bisa belajar dari pengalaman yang telah dialami atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja ketika manusia disekitar kita lanjut usia, mereka tidak banyak melakukan banyak hal. Hanya dirumah, kalau tidak menunggu rumah sambil melamun ya disuruh momong cucu. Padahal pendidikan sepanjang hayat tidak mengenal batas usia, semua manusia baik yang masih kecil hingga lanjut usia, sepanjang ia masih mampu menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Mereka yang lanjut usia di masa sekarang ini adalah orang-orang yang dulunya tidak mau belajar dan buta huruf sehingga mereka tidak bisa dengan mudah menerima pengaruh dari luar.

Pendidikan sepanjang hayat juga merupakan asas pendidikan yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam zaman globalisasi seperti ini. Setiap manusia itu dituntut untuk menyesuaikan diri secara terus-menerus dengan situasi yang baru. Sedang pendidikan di sekolah hanya terbatas pada tingkat pendidikan dari kanak-kanak sampai dewasa,dan pasti tidak akan memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dunia yang berkembang dengan sangat pesat ini.

Menurut konsep pendidikan pendidikan sepanjang hayat, kegiatan-kegiatan pendidikan dianggap sebagai suatu keseluruhan. Konsep ini disesuaikan dengan kenyataan serta kebutuhan masyarakat yang bersangkutan. Karena menurut saya, semakin maju masyarakatnya, kebutuhan yang dimiliki semakin berbeda. Dan masyarakat yang ada di negeri kita belum bisa dikatakan maju karena masih ada yang masih buta huruf. Masyarakat yang masih buta huruf harus dihilangkan dengan mengajari mereka baca tulis, karena orang-orang yang buta huruf mudah sekali ditipu oleh orang lain.

Berdasarkan konsep tripusat pendidikan, sekolah memang bukan satu-satunya lembaga pendidikan yang dapat kita gunakan sebagai tempat belajar. Masih ada dua lembaga pendidikan lagi yakni lembaga pendidikan keluarga, dan lembaga pendidikan nonformal atau bisa disebut lembaga pendidikan masyarakat. Melalui tripusat pendidikan itulah proses pendidikan atau juga proses belajar dapat berlangsung sepanjang hayat. Jadi mumpung kita selagi muda mari kita belajar banyak hal, karena apa yang kita tanam hari ini akan kita semai pada suatu saat nanti.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Ningrum Ayu

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *