Pemilihan Presiden BEM

“Tanggal 2-3 Senin hingga Selasa Maret lalu diadakan Pemilu presiden BEM di FKIP. Mahsiswa dapat memilih disetiap gedung FKIP sesuai dengan gedung kuliah mereka.  Pemilu kali ini hanya memilih eksekutif saja sedangkan legislatif dipilih melalui seleksi.”

Pada hari Senin-Selasa tanggal 2 hingga 3 Maret 2015 lalu, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) baru saja menyelenggarakan pemilihan umum untuk memilih presiden BEM yang baru. Pemilihan ini dilakukan serempak di seluruh FKIP. Pemilu kali ini tampak aktif diikuti oleh Mahasiswa seluruh FKIP seperti yang telah diungkapkan oleh Anggita salah satu anggota PPU (Panitia Pemilihan Umum, merupakan bentukan KPU) bahwa di gedung D surat suara yang di siapkan sebanyak 600 lembar yang terpakai sebanyak 325 lembar, sedangkan di gedung E surat suara yang disiapkan sebanyak 400 lembar yang terpakai 250 lembar. Terlihat bahwa hampir separuh surat suara yang disiapkan telah terpakai.

Pemilu kali ini sedikit berbeda dengan pemilu sebelumnya karena kali ini mahasiswa hanya memilih Eksekutif saja, yaitu presiden BEM. Sedangkan untuk Legislatif dipilih melalui perwakilan dari setiap HMP-HMJ masing-masing satu orang serta Partai mengirim perwakilannya dua orang. kemudian akan dipilih melalui seleksi. Karena Pemilu kali ini cukup berbeda dengan Pemilu sebelumnya pihak KPU sudah mensosialisasikan kepada mahasiswa. Menurut Jundi dari Sosiologi Antropologi 2013, yang merupakan ketua KPU tahun ini mengungkapkan bahwa KPU sudah mensosialisasikan pemilu kali ini melalui UKM, penjelasan mengenai UU tentang pemilihan dewan mahasiswa pada periode kali ini dan PPU (Panitia Pemilihan Umum) sudah melakukan sosialisasi ke HMJ-HMP, melalui Sosial Media, serta debat capres.

Sebelum Pemilu ini berlangsung ada wacana mengenai pemilu raya, pemilihan umum yang dilakukan secara serempak di seluruh Fakultas. Namun, pemilu raya tersebut belum dapat dilakukan karena memang masih terhalang banyak kendala, mungkin baru bisa dilaksanakan 2-3 tahun lagi,  ujar Jundi ketua KPU.

Dengan diselenggarakanya Pemilu ini Jundi, selaku ketua KPU berharap presiden terpilih diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam keringanan UKT maupun bantuan-bantuan kecil lain seperti dana kasih, diharapkan pula presiden terpilih memiliki pengetahuan yang luas mengenai beasiswa yang sebenarnya hal-hal tersebut merupakan tugas BEM yang utama yaitu melayani mahasiswa. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Anggita salah satu PPU dari Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2014. Anggita berharap mendapat presiden BEM yang lebih baik, tau mengenai fungsi BEM itu sendiri yaitu menyalurkan aspirasi mahasiswa. Sedangkan dari Finska, mahasiswa pendidikan bahasa indonesia angkatan 2014 berharap dengan terpilihnya presiden BEM yang baru, pihak BEM akan lebih baik lagi dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa serta mengembangkan dan meningkatkan lagi bakat dan minat mahasiswa, tidak melulu mengenai pendidikan saja. Semoga dengan adanya pemilihan presiden BEM yang baru ini, BEM lebih mendengarkan segala aspirasi dari mahasiswa dari berbagai kalangan, serta dapat lebih baik lagi dalam melayani mahsiswa, baik mengenai Beasiswa, keringanan UKT, maupun dana kasih.

_Widyastuti

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *