Pembelajaran Daring Berlanjut, Media Pembelajaran Gencar Dipersiapkan

AK-47, FKIP UNS- Pembelajaran daring akan berlanjut hingga semester ganjil tahun ini. Pembelajaran semester sebelumnya akan dijadikan evaluasi dalam pengembangan media pembelajaran dan persiapan lain terkait pembelajaran daring.

Pembelajaran daring merupakan salah satu dampak dari pandemi Covid-19. Pembelajaran tersebut menimbulkan berbagai polemik di kalangan mahasiswa maupun dosen. Strategi dan metode yang dipilih menentukan keberhasilan dan keefektifan pembelajaran daring. Tidak hanya itu, strategi yang dipilih juga harus tepat  dan dapat disesuaikan oleh mahasiswa dan dosen. Pembelajaran daring sudah berlangsung selama satu semester, tetapi persiapan yang dilakukan masih belum matang. Hendri, dosen Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengatakan bahwa ia masih perlu mencari model pembelajaran yang efektif.

“Kalau menurut saya, terus terang saya kalau pembelajaran daring semester lalu baru awal. Kita masih mencari pola atau model supaya bisa efektif,” ujar Hendri (03/09).  Pembelajaran daring akan terus berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. Dosen dan mahasiswa harus mempersiapkan diri agar pembelajaran yang akan datang dapat berjalan lancar dan menghasilkan output yang maksimal. Kendala  pada pembelajaran semester lalu dapat dijadikan evaluasi untuk pembelajaran semester selanjutnya.

Media yang digunakan pada pembelajaran daring semester lalu dianggap kurang maksimal karena belum adanya persiapan baik dari sistem universitas, program studi, dosen, hingga mahasiswa. Namun, pada pembelajaran daring selanjutnya, yakni pada semester ganjil, segala hal akan dipersiapkan secara matang, mulai dari pelatihan rutin dosen oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS terkait sistem yang akan digunakan hingga teknis penggunaannya. Selain itu, dosen juga telah melakukan persiapan secara mandiri, mulai dari mengunggah RPS pada Open Course Ware (OCW), mempersiapakan materi pada Spada, hingga membuat video penjelasan materi. Beberapa dosen menghendaki pembelajaran melalui media yang tidak menghabiskan banyak kuota, seperti Spada dan Google Classroom.

Shalsa, mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) mengatakan bahwa mahasiswa juga telah mempersiapkan diri sebelum kuliah daring pada semester ini. Persiapan bukan hanya di material berupa buku, alat tulis, dan kuota yang akan menunjang pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan mental dan fisik. “Persiapan mental, tubuh yang sehat karena akan banyak tugas pastinya dan juga kuota harus beli yang jaringan kuat agar tidak menghambat pembelajaran,” ungkap Shalsa (27/08). Shalsa berharap agar subsidi kuota diberikan tepat waktu sehingga memudahkan mahasiswa yang terkendala dalam pembelian kuota.

Mahasiswa juga dituntut untuk berperan aktif dalam menemukan pola pembelajaran. Hal ini senada dengan pernyataan Rektor pada audiensi bahwa diharapkan mahasiswa dapat membantu membuat media pembelajaran daring. Beberapa dosen menjadikannya sebagai tugas membuat video pembelajaran yang diunggah sehingga dapat diakses lebih luas dan bermanfaat bagi orang lain.

Rosihan selaku dosen Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) berharap agar dosen dan mahasiswa dapat mengoptimalkan media pembelajaran, seperti Spada, Google Classroom, maupun yang lainnya. Ia juga menuturkan agar dalam pembelajaran daring, dosen dapat mengurangi intensitas video conference yang membutuhkan kuota data besar. “Jangan sampai transfer knowledge dari dosen ke mahasiswa terhambat karena masa pandemi dan keterbatasan media yang digunakan.  Ada seribu satu cara untuk bisa melakukan transfer knowledge yang merupakan hak bagi mahasiswa. Sehingga dalam hal ini dosen dituntut untuk bisa berinovasi dalam pembelajaran daring. Namun, juga  tidak terlalu membebani mahasiswa dalam menjalani kuliah,” pungkas Rosihan (27/08).

Ferlinda_

Laili_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *