Opera Tanpa Nama

Aku diam pada malam kelam di ujung hitam

Memeluk dingin angin yang berlarian

Ketika rembulan sembunyi di sudut sepi

Pada retak ku rasa hancur

Kita jauh merauh,

Terpaut candu yang telah menjadi tabu

Ketika kerontang daun terseret angin

Wajahmu abadi dalam sebuah ilusi.

Aku diam, terlalu rimba nestapa ini ku tebang

Dengan angin yang mendayu

Aku terpekur takzim

Bersama kamuflase lembaran sukma

 Ini opera tanpa nama

Mengagumimu bukanlah dosa

_Malika

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *