Nostalgia Bersama Winnie the Pooh

Apakah kalian masih ingat dengan kartun beruang gemuk dan lucu yang sangat menyukai madu? Ya, Winnie the Pooh. Kali ini Disney meluncurkan film terbarunya namun dalam bentuk nyata atau film live action. Disney makin gencar menggarap film live action, antara lain Beauty and the Beast, Aladdin, Snow White, Lion King, The Jungle Book, dan Mulan. Film ini terinspirasi oleh buku karya A. A. Milne dan E. H. Shepard, Winnie-the-Pooh. Film ini menceritakan kisah pria paruh baya penggila kerja bernama Christopher Robin dan teman masa kecil nya Pooh, Tigger, Piglet, Eeyore, Rabbit, Kanga, Roo, dan Owl di Hundred Acre Wood. Ia bekerja sebagai manajer dan memiliki istri bernama Evelyn dan anak perempuan bernama Madeline.

Awal cerita Christopher masih sebagai anak laki-laki yang ceria dan suka bermain dengan teman-temannya di Hundred Acre Wood, namun perlahan ia meninggalkan teman masa kecilnya untuk menjalani kehidupan seperti anak normal biasanya. Sering kali Christopher merindukan sahabatnya terutama, Pooh. Waktu berlalu begitu dengan cepat, Christopher mulai melupakan masa kecilnya, ia mengikuti militer dan bekerja sebagai manajer di suatu perusahaan koper. Ia memiliki keluarga kecil yang sangat jarang ada waktu untuk berkumpul bersama karena kesibukkannya yang membuat istri dan anak gadisnya kecewa. Dan pada suatu hari akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke desa masa kecil Christopher pada akhir pekan, dan lagi-lagi gagal karena tuntutan pekerjaannya sebagai manajer lah yang membuat ia merelakan istri dan anaknya pergi ke desa tanpanya. Di waktu yang bersamaan Pooh sangat kesepian dan memutuskan untuk melewati pintu pohon penghubung antar dimensi Hundred Acre Wood dengan dunia nyata. Secara ajaib ia bertemu kembali dengan Christopher di kota, bukannya senang Christopher malah kebingungan dan membuatnya memutuskan untuk membawa kembali Pooh ke tempat tinggalnya melewati pintu pohon yang berada di desa Cristopher dulu.

Dengan amat sangat terpaksa ia meninggalkan Pooh masuk kedalam pintu pohon untuk yang kedua kalinya dan membuat Pooh bersedih, di sisi lain Pooh juga kehilangan teman-temannya yang menghilang secara misterius. Setelah berpikir panjang, Christopher tidak tega dan ikut bersama Pooh ke dalam Hundred Acre Wood. Dan dari sini lah petualangan baru dimulai yang melibatkan Evelyn dan Madeline.

Film ini adalah banyak sekali pesan moral yang disampaikan salah satunya keluarga dan sahabat adalah hal yang terpenting dan segala-galanya bahkan diatas karier sekaligus. Karakter hidup Winnie the Pooh dan kawan-kawannya inilah yang membuat susana baru. Karakter Winnie the Pooh dan kawan-kawan juga tidak jauh berbeda dengan kartunnya. Menariknya Jimm Cummings, pengisi suara Winnie the Pooh dan Tigger telah mengisi suara dua karakter tersebut sejak tahun 1988. Pemandangan desa Hundred Acre Wood yang membuat semua orang bernostalgia pada film kartun dan buku dari Winnie the Pooh. Walaupun film ini untuk semua umur namun tidak semua ceritanya dapat dicerna oleh anak-anak, jadi harus tetap didampingi pengawasan orang tua.

Film ini sangat layak ditonton untuk segala umur karena memiliki banyak sekali pesan moral didalamnya mulai dari anak-anak yang suka meniru apa yang ia lihat, pada film ini tidak ada adegan perkelahian ataupun adegan yang berbahaya bagi anak-anak dan mengajarkan jangan sampai meninggalkan teman sendirian yang sedang membutuhkan bantuan. Sampai untuk orang tua jika melihat film ini menyadarkan mereka agar mengerti apa arti penting keluarga itu yang berada diatas karier atau pekerjaan sekaligus.

 

 

 

Alifa PutriĀ 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *