MIRIS TOILET FKIP TERBATAS DAN KOTOR

Terjaminnya mutu fasilitas dan sarana yang mendukung pembelajaran merupakan hal penting. Toilet, walaupun hanya sebuah hal kecil, namun juga patut menjadi perhatian. Toilet merupakan salah satu fasilitas yang memberikan kenyamanan. Namun, toilet di sebagian FKIP seperti contohnya di gedung E, baik yang berada di lantai 1, 2 ataupun 3, memiliki kondisi yang kurang perhatian. Hal tersebut dapat dilihat dari tidak adanya pemisahan penggunaan yang jelas antara toilet perempuan atau laki-laki. Secara fisik pun, di toilet terdapat beberapa wastafel yang rusak dan tak terawat sehingga mengganggu pemandangan. Selain itu terdapat coretan-coretan dari tangan jahil di dalam toilet yang semakin membuat suasana terkesan bukan di tempat akademis.

            Jumlah toilet pun sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa FKIP. Jika melihat standar sarana prasarana, perbandingan penggunaan toilet untuk mahasiswi adalah satu banding 20, sedangkan bagi mahasiswa laki-laki adalah satu banding 30. Namun dapat dilihat mahasiswa FKIP banyak, satu prodi rata-rata menampung 60-an orang. Terkadang toilet dosen pun digunakan oleh mahasiswa.

            Permasalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran pemangku kebijakan fakultas. Wakil Dekan 2 Imam Sujadi mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada pantauan (untuk toilet_red). Kendalanya adalah keterbatasan ruang jika meminta pemisahan toilet laki-laki dan perempuan. Meskipun keterbatasan ruang menjadi kendala seharusnya pemangku kebijakan tetap mengupayakan solusi yang terbaik. Koordinator yang bertugas memantau keadaan toilet setiap gedung seharusnya berkomunikasi dengan mahasiswa. Penindakan tegas terhadap tangan-tangan jahil juga perlu supaya jera. Selain itu banyak mahasiswa menjadi tak acuh pada keadaan toilet yang seharusnya mereka jaga, bukan sekadar berbicara di belakang tanpa aksi.

            Mahasiswa siap menunggu solusi baru dari dekanat yang akan mengadakan rapat terkait fasilitas kampus pada tanggal 3 september 2015. Memang kondisi setiap gedung memiliki karakteristik yang berbeda. Namun itu semua dapat disiasati. Selain itu mahasiswa harus lebih ikut menjaga kondisi toilet supaya tetap nyaman. Kebersihan dan keindahan dijaga agar tidak ada lagi tangan-tangan jahil beraksi mengotori dinding toilet.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *