Mimpi Tak Untuk Dimimpikan

Judul Novel     : Sang Pemimpi

Pengarang       : Andrea Hirata

Penerbit           : Bentang Pustaka   Yogyakarta

Tahun Terbit    : Cetakan ke-19, Mei 2008.

Tebal Halaman : 292 Halaman

Distributor       : Mizan Media Utama Bandung 40294

Harga              : Rp.98,000,00

ISBN               : 979-3062-29-4

 

Sang Pemimpi adalah lanjutan dari novel laskar pelangi. Tokoh utama dalam novel ini adalah Arai dan Ikal. Arai adalah sepupu ikal dia hidup sebatang kara, bapak ibunya telah meninggal. Pada akhirnya Arai tinggal dengan Ikal dan ayah Ikal. Ikal merasa senang karena mendapat sahabat baru setelah kepergian sahabat kecilnya, Lintang. Ikal dan Arai dipertemukan dengan Jimron. Jimron adalah anak angkat dari seorang pendeta. Dia senasib dengan Arai. Akhirnya mereka bertiga menjadi sahabat. Mereka sudah lulus dari SMP.  Melanjutkan sekolah SMA  Negeri  Manggar dengan segala keterbasan  ekonomi. Namun mereka mempunyai mimpi besar. Mimpi Arai dan Ikal bisa melanjutkan studinya ke Sorbone, Paris. Terinspirasi dari guru SMA-nya bernama Julian Balai. Kepala sekolahnya pun Pak Mustafa juga memberikan motivasi untuk mereka.

Perjuangan mereka untuk lulus SMA melalui banyak rintangan namun mereka tak mudah putus asa. Setelah Ikal dan Arai lulus mereka mendapat beasiswa ke Universitas Indonesia. Sedangkan Jimron tetap di Belitung. Jimron membawakan kedua celengan kudanya untuk Arai juga Ikal. Bermodalkan tabungannya saat kerja keras di SMA Arai dan Ikal sebagai tambahan pesangon, melanjutkan studi mereka ke Universitas Indonesia. Disana mereka bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Namun setelah lulus dari kuliah, Ikal mendapat pekerjaan jadi tukang pos. Arai merantau ke Kalimantan. Namun Arai dan Ikal tetap bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya begitu juga.

Ikal dan Arai dipertemukan lagi selesai  mereka mengajukan proposal beasiswa S2 ke Paris . Akhirnya merekapun bisa mewujudkan mimpinya. Diterima di universitas yang sama yakni Universitas Sorbone, Paris.

Novel ini sangat menginspirasi. Alurnya tidak mudah diterka , selalu memberikan kejutan. Kecerdasan penulis mampu memainkan imajinasi pembaca. Sangat cocok untuk dibaca semua kalangan, terutama kaum muda yang butuh asupan motivasi dan inspirasi bahwa bukan hanya seberapa besar mimpi. Melainkan seberapa besar usaha kita untuk mimpi. Mimpi bukan untuk diimpikan. Novel  ini juga termasuk best seller. Karakter dalam novel juga kuat.  Banyak nilai moral, amanah, dan hikmah yang kita ambil dari novel ini. Gaya penulisannya pun dikemas dengan apik dan menarik sehingga pembaca tidak bosan.

Rofika Ayu_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *