Mimbar Bebas Peringatan Hari Perempuan Desa Internasional dan Hari Kelaparan Internasional

SOLO, LPMMOTIVASI.COM– Masih banyaknya penindasan terhadap perempuan yang tidak disadari perempuan itu sendiri mendorong beberapa organisasi untuk menggelar aksi dalam peringatan ‘Hari Perempuan Desa Internasional dan Hari Kelaparan Internasional’.

            Gabungan dari beberapa organisasi menggelar mimbar bebas dengan tema ‘Peringatan Hari Perempuan Desa Internasional dan Hari Kelaparan Internasional’, di Boulvard Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Jum’at (16/10/2020). Siti Nur Anisya selaku Staf Departemen Pendidikan dan Propaganda  menjelaskan latar belakang aksi ini, yaitu untuk memperingati Hari Perempuan Pedesaan Internasional yang jatuh pada tanggal 15 Oktober dan Hari Kelaparan pada tanggal 16 Oktober, serta mendeklarasikan pembentukan Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) di Solo Raya. “Diadakannya aksi ini adalah untuk memperingati hari perempuan pedesaan internasional, hari kelaparan sedunia,  dan mendaklarasikan pembentukan Seruni di Solo Raya,” ujar Siti (16/10).

            Aksi ini mendesak beberapa tuntutan pada negara, antara lain: perempuan desa harus memiliki kontrol atas tanah, input, dan jaminan harga yang setimpal untuk hasil produksi harus sesuai dengan tingkat keperluan minimum di perdesaan, buruh tani  perempuan harus mendapat upah kerja sama untuk pekerjaan yang sama dengan buruh tani laki-laki dan setimpal dengan keperluan hidup minimum, buruh tani perempuan harus mendapat jaminan keselamatan kerja yang memadai dan terbatas dari kekerasan seksual, perempuan desa harus memiliki kebebasan untuk berorganisasi dan menyampaikan pendapat untuk memperjuangkan hak demokratis, perempuan desa harus memiliki kesempatan untuk belajar, memiliki keterampilan yang lebih tinggi untuk hidup berkelanjutan dan fasilitas khusus bagi mereka yang hamil, melahirkan, dan memiliki anak. Kemudian, di tengah pademi Covid-19, berbagai kemampuan hidup yang hilang dan tergerus karena isolasi dan pembatasan sosial harus memperoleh kompensasi, tidak ditanggung dengan upah seadanya, dan berbagai jenis beban tambahan dalam keluarga termasuk biaya pendidikan dan kesehatan yang membengkak selama Covid-19, serta berbagai kenaikan keperluan hidup harus mendapatkan kompensasi. Dalam keadaan yang paling buruk, ketika mereka harus berhenti bekerja karena pademi, harus diberikan tanggungan penuh oleh tuan tanah dan segalanya.

Siti berharap agar perempuan sadar bahwa masih banyak penindasan terhadap perempuan. Ia menegaskan bahwa SERUNI dapat mewadahi perempuan yang menyadari hal tersebut. “Harapan kami agar banyak perempuan yang kemudian sadar akan adanya penindasan terhadap perempuan dan Seruni dapat mewadahi perempuan yang memiliki kesadaran tersebut,” ungkap Siti.

.

_Laili Nur

_Selvia Safitri

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *