Menuju WCU, UNS mulai Internasionalisasikan Prodi

lpmmotivasi.com-Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D mengatakan sebagai universitas yang ditargetkan Kemenristek untuk menjadi World Class University (WCU), UNS terus berbenah diri dan melakukan percepatan di berbagai bidang. Salah satu upaya internasionalisasi program studi. Program internasionalisasi ini dimulai tahun 2016 dengan mengikutkan 9 program studi dari beberapa fakultas untuk mengikuti sertifikasi tingkat Asean yaitu AUN-QA (Asean Quality Network-Quality Assurance).AUN-QA merupakan salah satu lembaga independen tingkat ASEAN yang memberikan  akreditasi program studi perguruan tinggi negeri yang ada diseluruh dunia. Adapun indikator untuk  mencapainya antara lain: Mulai dari SDM nya jaringan kerjasama luar negerinya. infrastuktur yang ada d prodi tersebut. Perangkat pembelajaran, kurikulum, serta kemampuan bahasa inggris. prodi – prodi di UNS yang mengikuti program akreditasi ini  sendiri masih banyak yang perlu dibenahi untuk mencapai indikator diatas. Maka ada pelatihan yang akan dilaksanakan ( ) Adapun penilaian dan survey dilaksanakan oleh AUN-QA sendiri.

Wakil Dekan  FKIP bidang akademik Dr. Munawir Yusuf, M.Psi. menguatkan pendapat wakil rektor. Ia berpendapat bahwa salah satu indikator untuk masuk dalam ranking dunia adalah internasionalisasi prodi.“Wajib itu tidak bisa tidak. Kecuali kita ingin jadi perguruan tinggi negeri biasa- biasa saja. Padahal kita ditarget kementrian UNS harus masuk dalam jajaran 500 perguruan tinggi dunia pada tahun2024. Kalau itu tidak disiapkan sekarang tidak mungkin tercapai,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (8/6).

Adapun program-program yang mendukung internasionalisasi prodi, Kaprodi Bahasa Indonesia Dr. Budhi Setiawan, M.Pd selaku salah satu prodi yang mendapat tawaran untuk mengajukan sertifikasi internasional, Jumat (3/6), mengungkapkan terdapat 13 program yang mendukung internasionalisasi prodi yaitu kerjasama internasional, akreditasi internasional prodi, riset kolaboratif internasional,  prossiding internasional  terindeks, penulisan artikel dijurnal terindeks, student exchange atau pertukaran pelajar, leader exchangeatau pertukarandosen, visiting professor, kelas internasional, mahasiswa asing, PPL internasional, kejuaraaninternasional, dan seminar untuk konferensi internasional.

Internasionalisasi prodi terhambat

Sutarno menjelaskan bahwa gerakan internasionalisasi prodi terhambat pada jumlah kuota AUN-QA yang habis pada tahun ini.Jumlah accesor dari AUN-QA yang hanya sebanyak 100 accesor, membuat jatah visitasi menjadi lebih sedikit. “Jadi tahun ini tidak mungkin bisa di visitasi,” ungkapnya.

Disamping itu, beberapa prodi yang layak masuk pada bursa internasionalisasi prodi enggan menerima tawaran internasionalisasi prodi. Salah satunya adalah Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Dr. Budhi Setiawan, M.Pd  selaku Kaprodi Bahasa Indonesia. Saat ditemui di ruang prodi ia menuturkan, “Bahasa Indonesia juga ditawari tapi saya belum menjawab, karena harus konsultasi dulu dengan dewan dosen.”  Lebih lanjut Budi Setiawan menjelaskan kesiapan pendidik dan sarana penunjang menjadi hal yang harus diperhitungkan prodi. “Standarisasinya harus satu dengan yang lain. Komponennya berhubungan, kalau kurikulum baik, tapi dosennya kurang memenuhi persyaratan, itu juga enggak akan bagus. Dosennya memenuhi persyaratan kualifikasi, kurikulumnya baik, tapi kalau sarana prasarananya belum mendukung?  Itu makanya saya belum berani memberikan jawaban,” paparnya.

Rofika_Sylva

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *