Mahasiswa UNS Hanya Bisa Andalkan Beasiswa Swasta

lpmmotivasi.com-Pengurangan kuota bidikmisi serta penghapusan beasiswa BPP-PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) menjadi salah satu masalah yang diangkat dalam aksi demonstrasi BEM SI (Seluruh Indonesia) pada senin (2/5) hingga selasa (10/5). Kemendagri BEM UNS 2016, Muhammad Fajrul Falah menuturkan bahwa hasil audiensi dengan pihak Menristek adalah tidak adanya penurunan kuota bidikmisi. “Dari hasil (audiensi_red) itu, menristek intinya menjamin bahwasanya bidikmisi kuotanya tidak akan menurun. Itu hasilnya yang kemarin. Tapi nggak tahu nantinya, menunggu APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan),” ujarnya saat ditemui di sekretariat BEM UNS, Rabu (11/5).

Menurutnya, sampai saat ini pihak BEM telah mengusahakan permasalah tersebut ketingkat yang lebih tinggi. Pihaknya menunggu follow up dari pihak kemahasiswaan. Kepastian mengenai berapa kuota beasiswa pemerintah tahun 2016 tetap menunggu pada saat verifikasi osmaru.

Sutarno, selaku pihak kemahasiswaan menuturkan bahwa kuota bidikmisi tahun ini mengalami penurunan dari tahun kemarin, “Tahun ini kuotanya 600. Tahun kemarin kuotanya 1.225 ditambah 50, jadi 1.275. Kita mengajukan tambahan lagi dan disetujui 75. Jadi totalnya tahun 2015 itu 1.350. Tahun ini baru 600,” tegasnya, Rabu (18/5).

Sedangkan untuk beasiswa BPP-PPA, Sutarno menjelaskan bahwa beasiswa belum dihapuskan hingga saat ini. “Belum ada kata-kata dihilangkan. Kemarin ada informasi 50.000 untuk swasta. Untuk PTN kita masih nunggu. Tahun 2015 kita ya gitu, menunggu dari APBN-P. Kita masih berharap-harap, sih, kalau dikatakan tidak ada (dihapuskan_red) gitu juga belum (pasti_red). Jadi kita komunikasi ke Dirjen BELMAWA (Pembelajaran dan Kemahasiswaan), masih nunggu APBN-P,” tegasnya.

Dini Latif, mahasiswa FKIP prodi Pendidikan Bahasa Indonesia mengatakan tidak setuju dengan pengurangan kuota bidikmisi dan penghapusan BPP-PPA. Menurutnya, pendidikan cenderung dipersulit dengan keputusan itu. Menurutnya, dengan adanya beasiswa PPA justru dapat memotivasi mahasiswa untuk mempertahankan dan mengusahakan agar memperoleh IPK yang lebih tinggi. “Enggak setuju banget karena PPA itu sebagai pemacu kita untuk terus berprestasi, itu kan ada ketentuan IPK minimal berapa,” ujarnya Kamis (12/5).

Untuk mengatasi rencana hilangnya kuota beasiswa BPP-PPA, Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D tidak bisa menentukan sikap selanjutnya. Ia beranggapan kalau negara saja tidak bisa memberikan beasiswa BPP-PPA, UNS pun juga tidak bisa. Hal tersebut dikarenakan sumber dana BPP-PPA dari pemerintah. Sutarno menghimbau mahasiswa berprestasi tidak bergantung pada BPP-PPA saja. Ia berharap mahasiswa untuk mencari beasiswa lain seperti BI, BRI, dan dari perusahaan-perusahaan lain. “Mikirnya gini, beasiswa itu tidak hanya BPP-PPA. Banyak sekali macam,” tuturnya saat ditemui di rektorat pada Rabu (8/5).

Nina_  Shofia_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *