Mahasiswa Berharap BEM Kejar Kontrak Politik

lpmmotivasi.com- Pada sidang senat terbuka beberapa waktu lalu, telah terbentuk kontrak politik yang diajukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) kepada rektor UNS. Namun, hingga kini kontrak tersebut belum menemui titik terang. “2 Mei pertemuan kemarin sama rektor kita adakan pertemuan. Kita tuh sebenarnya kemarin mau minta tanda tangan pakta integritasnya cuma beliau yang enggak mau dan akhirnya seperti itu menjadi suatu forum seperti itu (red: forum rektor dengan mahasiswa),” kata Faith Aqila Silmi selaku Presiden BEM UNS ketika ditanya bagaimana kelanjutan kontrak tersebut. (05/05/2019)

Menurutnya, kontrak politik bukan sekadar mendapat tanda tangan atau disetujui oleh rektor. Namun, lebih kepada tersalurnya aspirasi mahasiswa UNS kepada rektor dan tindak lanjutnya. Ia juga menambahkan, apabila belum terlaksana juga, pihak BEM akan mencoba di pertemuan selanjutnya.

Pada forum sebelumnya telah membahas masalah yang belum terselesaikan dan terkait UNS ke depannya. Jamal Wiwoho, selaku rektor UNS menjelaskan bahwa segala sesuatu harus mengikuti prosedur yang ada. Menurutnya forum ini merupakan saluran komunikasi dengan mahasiswa. “Bersama-sama untuk membuka komunikasi di antara jajaran di bimbingan UNS melalui saluran-saluran yang tepat,” ungkapnya. Ketika ditanya terkait keberanian untuk menandatangani notulensi pertemuan saat forum, ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak perlu dilakukan. “Saya itu Bapakmu, jadi engga perlu ada tanda tangan untuk seperti ini. Kalau saya lalai ya diingatkan saja. Tidak perlu tanda tangan tanda tangan,” ucapnya. (02/05/2019)

Hafizah Melania, mahasiswa Pendidikan Guru PAUD 2018, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tanggungjawab seorang rektor. “Seorang rektor sebagai Aparatur Sipil Negara harusnya yang memegang tanggung jawab apalagi dalam pendidikan,” ungkapnya. Menurut Hafizah, apabila rektor didesak kemungkinan bisa memberi penjelasan. (08/05/2019)

Martanti Viki, mahasiswa Pendidikan Guru Guru PAUD 2017 menambahkan bahwa saat yang tepat untuk menagih janji-janji rektor adalah ketika temu rektor di setiap bulannya. “Mungkin yang dari jangka waktu satu bulan itu rektor juga mempelajari mana yang bisa di-acc dan mana yang tidak bisa di-acc. Itu jadikan dari atas juga engga bisa langsung menerima semua yang menjadi aspirasi mahasiswa,” katanya. (10/05/2019)

Untuk ke depannya, Martanti berharap BEM UNS bisa lebih mengomunikasikan terkait kontrak tersebut dengan organisasi mahasiswa (ormawa) di kampus wilayah, sehingga tidak hanya dari pihak BEM saja, namun ormawa lain juga ikut memberi kekuatan demi terealisasikannya kontrak tersebut. Senada dengan Martanti, Hafizah juga berharap agar petinggi UNS dapat menjamah kampus wilayah yang fasilitasnya kurang memadai dan hendaknya melakukan sosialisasi mengenai adanya kampus wilayah agar masyarakat tahu bahwa UNS juga memiliki kampus selain kampus Kentingan. “Jangan kayak kita, korban-korban. Engga tahu kalau ternyata jebulnya di kampus wilayah,” imbuhnya. (11/05/2019)

Saran lainnya dilontarkan oleh Geovani Reza, mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian 2017 yang mengatakan bahwa BEM UNS seharusnya melakukan follow up pakta integritas tersebut. “Kita mungkin masih bisa melakukan aksi biar dilihat pihak UNS agar usaha kita ini tidak dilihat main-main,” tukasnya. (14/05/2019)

Berbeda dengan Geovani, Okky Thalita mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian UNS 2018 mengungkapkan bahwa forum tersebut menjadikan pokok bahasan menjadi ngambang. Ia berharap agar BEM UNS berbicara face to face dengan rektor. “Gitu nantikan bapaknya lebih terbuka dan juga lebih efektif gitu sih,” ucapnya.

 

 

Alifa Putri

Fanata Gama

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *