Magang Pendidikan Kurang Beresensi

 

Setelah dicetuskannya  PPG sebagai suatu syarat untuk mengajar, kini Magang pendidikan menjadi pengganti PPL terhitung sejak 2014 lalu. Hal itu berubah karena PPL akan didapatkan di dalam PPG. Magang pendidikan yang dilakukan setiap tahun rencananya dilakukan beberapa tahapan. Namun pada saat ini menimbulkan keluhan dari beberapa mahasiswa yang mengikuti magang. Beberapa mahasiswa mengemukakan bahwa kuliah magang dalam pembuatan tugas tidak mendapat tindak lanjut dari dosen. Apalagi seperti isu-isu akhir ini, bahwa magang untuk sementara akan ditiadakan.

Magang awal yang merupakan sebuah observasi mahasiswa ke sekolah-sekolah, dirasa oleh beberapa mahasiswa kurang mendapat esensi terkait hasil observasi mereka yang tidak dibahas dalam perkuliahan. Suatu hal yang menjadi catatan adalah bagaimana program magang memiliki implementasi  yang nyata di dalam kelas kecil dari awal. Mungkin tanpa harus observasi terlebih dahulu ke sekolah-sekolah, pemberian materi di awal perkuliahan kemudian dengan sedikit mempraktekan sebagai aktualisasi. Hal itu akan lebih mengefektifkan pembelajaran, selain itu kegiatan tersebut dapat menjadi acuan atau pengalaman mahasiswa ketika nanti benar-benar terjun di dalam masyarakat.

Dosen pengampu mata kuliah magang pun perlu melakukan evaluasi terhadap laporan mahasiswa. Banyak dari mereka menyebutkan ingin mendapat evaluasi terkait laporannya. Dengan adanya evaluasi laporan, mahasiswa dapat merefleksikan kegiatannya selama magang awal. Dengan adanya kegiatan seperti itu tentu mahasiswa dapat merealisasikan empat kompetensi yang harus dimiliki oleh calon guru.

_Redaksi

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *