LPM Kentingan UNS Adakan Kembali Solo Membaca

lpmmotivasi.com—Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kentingan kembali adakan rangkaian acara Solo Membaca 2016 di Student Center UNS. Acara Solo membaca salah satunya bazar buku yang berlangsung pada Senin 6 Juni sampai Jumat 10 Juni 2016. Bazar dimulai pukul 08.00 WIB dan ditutup pukul 20.00 WIB. Dalam bazar buku kali ini LPM Kentingan menggandeng penerbit dari daerah Solo, Jogja dan Semarang. Diantaranya Penerbit Andi, Margin Kiri, LKIS, Jala Sutera, Mizan, Yayasan Obor, Diva Press, Indiva, Agromedia, Oase Book, Komodo Books, dan Raja Murah.

Saat ditemui di lokasi acara Ketua Panitia Solo Membaca 2016 Fahrizal Alhamdani, menyebutkan tujuan acara adalah meningkatkan minat baca masyarakat khususnya mahasiswa UNS, sekaligus memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan buku dengan harga  terjangkau. “Target acara ini adalah menarik masyarakat khususnya mahasiswa untuk datang ke Student Center yang kemudian diharapkan meningkatkan minat baca, sehingga akan tumbuh budaya literasi yaitu membaca dan menulis,” jelasnya, Rabu (8/6)

Solo Membaca 2016 bertema Kampoeng Boekoe mempersembahkan rangakaian acara. Acara dibuka dengan Nonton dan Diskusi Film yang diadakan pada hari Senin. Sementara di hari Selasa acara diisi dengan Sinau Nulis yang menghadirkan esais sekaligus Kritikus Sastra Bandung Mawardi. Pada hari Rabu diadakan pula Bedah Buku ‘Inilah Esai’ bersama Muhidin M. Dahlan seorang pendiri @radiobuku dan @warungarsip, dengan pembedah Ichwan Prasetyo Jurnalis Solopos sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Indonesia. Pada hari Kamis diselenggarakan Cerita Buku, dan sebagai penutupan diadakan Workshop Fotografi Jurnalistik pada hari Jumat. Dalam acara Workshop Fotografi Jurnalistik tersebut menghadirkan dua pembicara yakni Ali Luthfi selaku Kontributor EuropeanPressphoto Agencyserta Taufan Wijaya seorang jurnalis lepas dan penulis buku ‘Foto Jurnalistik’.

Acara Solo Membaca tetap ramai dikunjungi meskipun diadakan pada bulan puasa seperti yang disebutkan oleh Fahrizal. “Acara tetap ramai, apalagi pada saat acara nonton dan diskusi film “Pulau Buru” kemarin, pesertanya banyak. Walaupun sempat diwarnai dengan sedikit insiden mati lampu yang menyebabkan pemutaran film diundur, peserta tetap bertahan karena acara kita selingi dengan diskusi bersama membahas film ini”, ungkapnya.

 

 

Mustika_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *