Kovalen Care VIII: Berbagi di Tengah Pandemi

SOLO, LPMMOTIVASI.COM- Di tengah kondisi pandemi Covid-19, HMP Kimia Kovalen FKIP UNS menumbuhkan jiwa sosialnya melalui acara Kovalen Care VIII yang diadakan di Desa Ngebung, Kalijambe, Sragen dan 122 wilayah di Indonesia pada 05-07 September 2020.

Himpunan Mahasiwa Prodi (HMP) Pendidikan Kimia Kovalen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) telah melaksanakan Kovalen Care (Kovcare) VIII  pada Sabtu, 05 September 2020 di Desa Ngebung, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Acara yang dihadiri oleh perwakilan warga tiap dusun tersebut berjalan lancar dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan. Kovalen Care VIII ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa sosial seluruh pengurus HMP Kimia Kovalen.

Rangkaian acara Kovalen Care VIII dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan pembukaan, tilawah, sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua HMP Kimia Kovalen, Dosen Pembina, dan sambutan Kepala Desa Ngebung. Kemudian, dilanjutkan dengan pemutaran video tutorial pembuatan hand sanitizer, praktik pembuatan hand sanitizer oleh pengurus, sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), sesi tanya jawab,  dilanjut dengan penyerahan bahan pembuatan hand sanitizer dan bingkisan kepada Kepala Desa Ngebung. Tak berhenti sampai di situ, rangkaian Kovalen Care VIII masih berlanjut pada pukul 13.00 WIB dengan adanya pengumuman dan penyerahan hadiah TPA Online, juga pemberian 35 paket sembako serta pakaian gratis kepada warga Desa Ngebung. Seminggu sebelum acara Kovalen Care VIII ini dimulai, sudah berlangsung lomba TPA secara virtual.

Iqbal Candra Maulana selaku Ketua Pelaksana Kovalen Care VIII menuturkan bahwa pemilihan Desa Ngebung sebagai lokasi acara karena dianggap paling memenuhi kriteria dibanding lokasi yang lain. “Sebenarnya untuk tahun kemarin juga di sini (Desa Ngebung), tetapi targetnya memang dibedakan. Jadi, di Desa Ngebung ini kan ada beberapa dusun, tapi target kita adalah dusun yang belum pernah diberi bantuan tahun sebelumnya. Jadi, sebenarnya kita juga sudah survei, kita sudah keliling Sragen, Boyolali, Karanganyar, intinya Solo Raya tetapi memang yang paling membutuhkan itu di sini,” tutur Iqbal pada Sabtu, (05/09).

Iqbal juga menambahkan ada lokasi lain yang menjadi target awal untuk sosialisasi, hanya saja akses menuju lokasi tersebut masih sangat sulit. “Sebenarnya target kita itu ada di dusun lain yang sangat terpencil, tetapi di sana untuk tempat yang seperti ini (balai desa) itu agak susah jadi kita konsultasi lagi dengan Pak Kades, memang yang paling memungkinkan diadakan itu di sini, karena untuk akses ke sana jalannya masih tanah, kemudian belum aspal, jadi masih tanah dan batu-batuan, untuk transportasi ke sana juga susah,” tambah Iqbal.

Selain sosialisasi dan bakti sosial di Desa Ngebung, Kovalen Care VIII juga mengadakan share from home di 122 wilayah di Indonesia oleh pengurus Kovalen di tempat tinggalnya masing-masing yang dilaksanakan pada tanggal 05-07 September 2020. Setiap pengurus mendapat uang sebanyak Rp 50.000 dari dana sosial Himpunan untuk pembelian sembako. Sembako dibagikan kepada orang yang membutuhkan seperti tetangga dekat ataupun jauh, penjual yang lewat, tetangga yang telah lanjut usia, atau janda yang sekiranya membutuhkan dan terdampak besar terhadap ekonomi mereka di masa pandemi. Tak hanya itu, pengurus Kovalen yang berada di tempat tinggalnya masing-masing juga menyosialisasikan pamflet GERMAS dengan menempelkannya di tempat-tempat strategis, seperti balai desa dengan izin dari pihak desa.

Suthar selaku Kepala Desa Ngebung menanggapi acara Kovalen Care VIII dengan baik. Menurutnya, sosialisasi pembuatan hand sanitizer membuat warga Desa Ngebung dapat mengetahui pembuatan hand sanitizer dan ke depannya bisa dimanfaatkan dengan baik. “Tanggapan saya mengenai acara ini sangat bagus. Jadi, terutama di Desa Ngebung, kan desa ini namanya kampung. Kampung ini kalau disuruh membuat hand sanitizer yang jelas semua orang itu tidak tahu, yang jelas belum tahu lah. Dengan diadakannya sosialisasi seperti ini,  insya Allah walaupun belum semua warga paham tetapi ada sebagian yang paham,” ungkapnya.

Menurut Suthar, sosialisasi pembuatan hand sanitizer ini untuk pertama kalinya diadakan di Desa Ngebung. Sebelumnya, sosialisasi hanya tentang pencegahan Covid-19 dan bantuan disinfektan. “Selama ini kan tahunya cuma sosialisasi tentang pencegahan Covid secara cuci tangan, pakai masker, jaga jarak itu saja. Sosialisasi pembuatan hand sanitizer baru kali ini,” jelas Suthar.

Parmi selaku perwakilan salah satu dusun yang hadir dalam sosialisasi juga mengatakan bahwa acara Kovalen Care VIII ini sangat bermanfaat bagi Desa Ngebung. “Saya sangat mendukung acara seperti ini. Acara seperti ini  sangat bermanfaat apalagi untuk warga desa, pembuatan hand sanitizer ini untuk menjaga kebersihan,” ungkap Parmi.

       Aula_

Suci_

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *