Konsep KBM Masih Tidak Jelas

Forbes dinilai tidak efektif, mahasiswa masih dibuat bingung akan kejelasan konsep gedung KBM. Kejelasan penggunaan gedung KBM akan ditentukan setelah pelantikan Wakil Dekan.

 

LPMMOTIVASI.com- Keberlanjutan KBM masih menjadi sebuah pertanyaan pelik bagi semua pihak yang mengetahui hal ini. Hal itu karena kebijakan dari birokrasi kepemimpinan era Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah yang memiliki konsep KBM hingga ini baru selesai. Namun demikian, realisasi untuk penggunaannya belum terlaksana. HMP, BEM, dan Dema sebagai pengguna gedung KBM masih merasa bingung mengenai konsep sekretariat bersama (sekber). Sosialisasi mengenai keberlanjutan Gedung KBM diadakan di forbes HMP-HMJ bersama Dema.

 “Saya masih bingung konsep yang dirancang oleh fakultas melalui forum bersama kemarin, tepatnya seperti apa? Itu belum jelas,” Ungkap Ketua HMP ESA, Sugeng, Selasa (26/5). Menurut Sugeng, ia lebih memilih tidak diadakan sekber, karena melihat ruangnya yang kecil itu tidak efektif untuk diskusi atau kegiatan lainnya. Hal yang juga menjadi perhatiannya adalah jumlah HMP FKIP yang cukup banyak. Menurutnya, HMP akan sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga sekber akan sering kosong. Belum lagi bagi HMP yang berada di kampus wilayah. “Mereka pun akan sibuk dengan HMP mereka masing dan ditambah bagi mereka yang berada di kampus wilayah.”

 Ketua HMP PLB, Faris Riza Arfani justru mendukung adanya sekber. “Saya memang kurang tahu tentang pemugaran gedung KBM itu ya, namun jika memang gedung itu digunakan sekretariat bersama HMP tidak apa-apa,” ungkap Riza, Hari, (X/Y). Meskipun demikian, menurutnya tidak ada manajemen yang baik mengenai sosialisasi dan penggunaan Gedung KBM. “…”

Selain menanggapi ketidakjelasan konsep sekber, Riza juga mengeluhkan keadaan Gedung KBM yang tidak terawat. “Saya juga kurang suka melihat gedung KBM meski telah dipugar tapi tetap kotor, seperti tidak ada penghuninya,” ungkapnya.

Kurangnya komunikasi intensif pada Forbes mengakibatkan sedikitnya informasi yang diterima HMP. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Himprobsi, Ady, “Saya belum tahu mengenai informasi sekber, seharusnya sosialisasi tantang sekber diintensifkan, jika memang itu mau dijadikan sekber HMP”.  Dema yang sebenarnya menempati gedung KBM lebih memilih sekre di UKM dahulu untuk mengoordinasi kepengurusan yang baru. “Untuk Dema lebih memilih di UKM dulu saja untuk mengefektifkan dulu organisasi yang baru ini,” ungkap Ketua Dema, Danang Budi Prasetya. Selain itu, Danang pun menuturkan bahwa penempatan Gedung  KBM akan dibahas oleh internal Dema.”Ya nanti lah ketika habis rapat ini mungkin, nanti dari internal akan membahasnya mas,” tandasnya.

Menyikapi kelanjutan konsep sekber, Dekan baru FKIP, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd menyatakan bahwa keberlanjutan gedung KBM akan ditentukan penggunaannya setelah dilantiknya wakil dekan baru pada Jumat, 28 Mei 2015. Pertimbangan mengenai untuk kegiatan mahasiswa juga akan didiskusikannya dengan jajarannya. “Keberlanjutan Gedung KBM ditentukan nanti seletah wakil dekan dipilih. Kegiatan mahasiswa juga akan ditentukan dengan jajaran,” ungkapnya pada Selasa (26/5).

                                                                                                                                                                                             _Ainun

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *