Kenapa

Kenapa…
Disini aku tersesat
Sendiri, hilang dan tak kasat
aku salah tempat
bersandar pada tiang-tiang rapuh yang cacat
sesak, sempit, gelap dan terinjak
tak tahu arah, menangis dan memucat
adakah setitik cahaya?
yang menuntun menjauh dari tempat ini dan melesat
aku sendiri, berteman dengan detak jantungku dan desir angin
Berbicara pada debu dan mendengarkan desah nafas
kemana mereka?
Kawanku kini tak terlihat, mereka hilang bak kilat
yang aku tahu
hanya ada KAU
dan sepi,
dan selalu seperti itu.

 

 

Tyas Nur Faizah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *